Konten dari Pengguna
Clair Obscur: Expedition 33, Karya Seni Berbentuk Video Game
30 November 2025 15:30 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Clair Obscur: Expedition 33, Karya Seni Berbentuk Video Game
Tulisan tentang video game yang tidak hanya mengapresiasi game yang berhasil muncul sebagai karya seni, tetapi harapan akan pertumbuhan industri game nasionalYuvi Shandy Amisadai
Tulisan dari Yuvi Shandy Amisadai tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bukan menjadi hal yang aneh ketika video game memperoleh sentimen negatif dari publik, ataupun pemangku kebijakan. Baru-baru ini, video game kembali memperoleh sorotan di tengah terjadinya ledakan di SMAN 72 Jakarta. Narasi video game sebagai pemicu dari tindakan kekerasan dan kriminalitas kembali muncul, meskipun hal tersebut tidak pernah didukung dengan hasil penelitian atau kajian ilmiah. Narasi ini juga seringkali mengabaikan kenyataan bahwa dunia video game jauh lebih luas, lebih kaya, dan lebih indah daripada sekadar kekerasan.
Memang tidak dapat dipungkiri, sejak tahun 2010 dunia game mulai dipenuhi dengan genre First Person Shooter, Multiplayer Online Battle Arena dan Action, yang pasti mengandung elemen kekerasan, meski dalam derajat yang berbeda-beda. Akan tetapi, kondisi ini tentu tidak bisa langsung dikaitkan dengan perilaku kekerasan. Paparan terhadap unsur kekerasan tidak otomatis menjadikan seseorang bertindak agresif. Sebab sumber paparan tersebut juga hadir di televisi, film, media sosial, literatur, bahkan lingkungan tempat tumbuh kembang.
Dominasi beberapa genre ini juga melahirkan anggapan bahwa pemain game hanya mencari sensasi dan pelarian melalui dunia lain di luar kenyataan.
Di tengah sentimen negatif dan saturasi beberapa genre ini, muncul satu judul video game yang berani tampil berbeda. Bukan hanya memiliki kompleksitas cerita yang tinggi, visualisasi yang memukau dan musik yang menggetarkan hati, Clair Obscur: Expedition 33 bisa dikatakan sebagai sebuah karya seni. Game ini hadir seperti hembusan udara segar di tengah kejenuhan industri.
Game sebagai Karya Seni
Mengutip dari KBBI, karya seni diartikan sebagai ciptaan yang dapat menimbulkan rasa indah bagi orang yang melihat, mendengar, atau merasakannya. Itulah yang dirasakan dari game indie ini. Seperti maha karya seni lainnya, Clair Obscur: Expedition 33, diciptakan dari curahan hati dan pikiran, yang berhasil diwujudkan dari darah dan keringat para penciptanya. Sesuai dengan judulnya, Clair Obscur, gaya visual yang digunakan fokus pada teknik Chiaroscuro yang menekankan kontras antara cahaya dan kegelapan. Kontras tersebut mengingatkan pada lukisan-lukisan pada masa Baroque, yang mampu menarik perhatian sekaligus membangun suasana.
Gaya kontras ini tidak hanya berhenti pada visualisasi, namun konsisten dalam alur cerita. Pemain disuguhkan kisah yang mengalir secara natural, misteri yang diungkap sedikit demi sedikit dan berlapis, hingga inti cerita yang mengambil tema emosi dasar manusia. Meskipun kompleks, pemain akan tetap mampu merasakan kedalaman emosi dan bahkan, merefleksikan apa yang terjadi dalam game ke dunia nyata dan kehidupan sehari-hari.
Ya, secara genre, Clair Obscur: Expedition 33 merupakan RPG klasik dengan sistem bertarung bergantian antara pemain dengan musuh. Namun, Sandfall Interactive berhasil memadukan sistem klasik tersebut dengan keterampilan yang dibutuhkan pemain, sehingga setiap konfrontasi tidak akan membosankan dan terus menyenangkan sekaligus menegangkan. Pertarungan yang dilakukan pemain, juga tidak ditekankan pada kekerasan, akan tetapi terasa seperti koreografi yang dibuat sedemikian rupa.
Penulis tidak sendiri dalam mengapresiasi keindahan Clair Obscur: Expedition 33. Jutaan penggemar lainnya memiliki pandangan dan apresiasi yang sama. Terlihat dari keberhasilan game ini dalam memperoleh tujuh kategori penghargaan pada Golden Joystick Awards, salah satu penghargaan tertua dan paling bergengsi di industri game global, beberapa hari lalu. Mulai dari Best Storytelling, Best Soundtrack hingga gelar Ultimate Game of the Year. Tidak berhenti disini, kemenangan Clair Obscur: Expedition 33 besar kemungkinan akan berlanjut hingga acara video game bergengsi lainnya: The Game Awards 2025 pada 11 Desember 2025 mendatang. Saat ini game ini telah memperoleh 12 nominasi dalam 10 kategori, yang menjadi rekor tersendiri.
Apresiasi dan Harapan
Tulisan ini bukan hanya upaya apresiasi penulis terhadap Clair Obscur: Expedition 33, namun juga berisi harapan. Harapan bahwa ke depan, Indonesia dapat menghadirkan video game dengan kaliber ini. Tentu dengan dukungan para pengembang, pemilik modal, pemerintah, dan ekosistem kreatif yang saling menguatkan. Kedua, bahwa persepsi publik terhadap video game dapat berubah lebih positif. Bahwa game bukan penyebab kekerasan, namun sebagai salah satu media dalam mengungkapkan kreativitas dan seni.
Jika video game bisa membuat kita terpukau oleh keindahan, memikirkan kembali kemanusiaan, atau bahkan meneteskan air mata⦠apa lagi yang kurang dari sebuah karya seni?

