Konten dari Pengguna

Mengapa Aroma Tertentu Dapat Memunculkan Suatu Ingatan atau Emosi?

ZIDNI ALLIFATUZ ZAIN MUMTAZIA
Sebagai mahasiswa universitas muhammadiyah surakarta jurusan psikologi
26 Oktober 2025 15:00 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mengapa Aroma Tertentu Dapat Memunculkan Suatu Ingatan atau Emosi?
Suatu aroma dapat berkaitan terhadap suatu inggatan yang pernah kita alami.
ZIDNI ALLIFATUZ ZAIN MUMTAZIA
Tulisan dari ZIDNI ALLIFATUZ ZAIN MUMTAZIA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ILUSTRASI. rimbun dedaunan (sumber: pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
ILUSTRASI. rimbun dedaunan (sumber: pribadi)
Pernahkah kamu mengingat suatu moment atau kenangan Ketika mencium aroma tertentu? Seperti aroma tanah basah setelah hujan mengingatkan kita pada masa kecil di kampung halaman atau aroma cupcake yang mengingatkan kita saat sedang berlibur di taman?
Fenomena ini bukan suatu kebetulan, indra penciuman kita memiliki peran unik dalam pengalaman manusia yang langsung terhubung dengan bagian otak yang terkait dengan memori atau emosi, yaitu sistem limbik, khususnya ke amigdala dan hipokampus. Fenomena ini di kenal sebagai โ€œthe proust effect,โ€ yang merujuk pada kemampuan aroma tertentu untuk membangkitkan kenangan yang sangat kuat dan detail, sering kali disertai dengan reaksi emosional yang mendalam (Herz et al., 2004).
Penelitian juga menunjukkan bahwa aroma dapat secara cepat mengaktifkan memori yang berkaitan dengan pengalaman emosional, hal itu membuktikan bahwa terdapat keterkaitan antara persepsi sensorik dan mekanisme emosional (Soudry et al., 2011).
Aroma memiliki keunikan tersendiri dalam menghubungkan rangsangan sensorik dengan pengalaman kita. Aroma yang kita hirup tidak hanya melalui indra penciuman biasa, tetapi langsung menuju bagian otak yang mengatur bagian ingatan dan emosi, yaitu sistem limbik. Berbeda dengan indra lain yang harus melewati thalamus terlebih dahulu sebelum mencapai amigdala dan hipokampus, namun aroma langsung menuju sistem limbik sehingga akan lebih cepat untuk merespon terhadap perasaan dan kenangan (Sullivan et al., 2015).

Bagaimana Aroma Dapat Memunculkan Ingatan Terhadap Suatu Hal?

Ilustrasi parfum aroma floral. Foto: Shutterstock
Suatu aroma yang kita hirup dapat memunculkan suatu ingatan terhadap suatu hal dikarenakan indra penciuman kita akan menangkap molekul-molekul di udara yang akan diterima oleh reseptor olfaktorius. Kemudian sinyal tersebut akan dikirim ke otak melalui bulbus olfaktorius.
Bulbus olfaktorius berfungsi sebagai pusat pertama pengolahan informasi. Dari sanalah sinyal aroma langsung di bawa ke sistem limbik yang berperan untuk mengatur emosi dan memori. Dalam sistem limbik terdapat dua struktur utama yaitu amigdala dan hipocampus.
Amigdala berbentuk seperti almond yang berfungsi sebagai pusat pengolahan emosional pada otak. Seperti rasa takut, Bahagia, atu cemas. Ketika kita mencium suatu aroma yang berkaitan dengan pengalaman emosional kita, amigdala akan segera merespons dan memberikan reaksi yang dapat berupa kegembiraan, ketenangan, ataupun rasa sedih. Misalnya saat kita mencium aroma cupcake mengingatkan kita akan kenangan saat sedang berlibur di taman ( McDonough , April 2024).
Selain itu, hipokampus berperan sebagai pusat memori, khususnya dalam mengelola memori jangka pendek menjadi jangka panjang dan sangat berperan dalam mengingat detail-detail masa lalu. Termasuk yang berkaitan dengan aroma tertentu. Fungsi utama hipokampus adalah menyimpan dan mengambil kembali kenangan episodik, yakni pengalaman pribadi yang spesifik, termasuk detail kapan, di mana, apa yang terjadi, dan emosi kita pada saat itu. Ketika kita mencium suatu aroma yang pernah kita alami dalam suatu hal tertentu, hipokampus akan mengaktifkan kenangan tersebut sehingga kita dapat menghubungkan aroma dengan pengalaman pribadi kita yang sangat jelas (McDonough, April 2024).
Keunikan jalur penciuman yang langsung menghubungkan dengan sistem limbik ini, memungkinkan aroma membangkitkan ingatan dan emosi secara cepat. Fenomena ini di kenal dengan istilah โ€œefek proust,โ€ yang mengacu pada kemampuan aroma tertentu untuk membangkitkan kembali akan ingatan akan suatu pengalaman tertentu.
Istilah โ€œefek proustโ€ berasal dari karya sastra Marcel Proust, ia menggambarkan bagaimana aroma kue atau the membangkitkan masa kecil yang mendalam. Efek ini juga di sebut sebagai ingatan tidak sadar yang muncul dari fragmen kenangan auto biografi yang di sebabkan oleh rangsangan sensorik seperti bau. Efek proust sering di manfaatkan untuk memahami suatu hal yang berkaitan dengan emosi melalui sensory trigger, terutama pada bau atau rasa yang familiar (Jeffrey D. Green, 2023).

Kesimpulan

Aroma memiliki peranan-peranan penting dalam menghubungkan peranan sensorik dengan proses memori dan emosi di otak manusia. Sinyal aroma langsung di teruskan ke sistem limbik terutama pada amigdala dan hipocampus yang menjadi dasar mengapa aroma dapat membangkitkan kembali ingatan tentang sebuah pengalaman yang memicu reaksi emosional. hal ini menjadi suatu keunikan tersendiri pada sistem penciuman di mana rangsangan aroma tidak melalui thalamus yang menyebabkan reaksi lebih cepat dan kuat dalam mengaktifkan ingatan yang terkait dengan pengalaman emosional.
Penelitian juga membuktikan bahwa aroma dapat mengaktifkan memori yang terhubung dengan pengalaman emosional, Hal ini memperlihatkan kaitan erat antara persepsi sensorik dengan mekanisme emosional otak.
Dengan demikian, aroma tidak hanya sekadar bau, tetapi juga suatu jembatan kuat yang menghubungkan antara pengalaman masa lalu dan perasaan kita saat ini. Pemahaman ini menjelaskan, jika interaksi antara aroma dan otak membuka wawasan luas terhadap bagaimana indra penciuman berperan dalam pembentukan pengalaman hidup kita.Serta hubungan antara aroma dengan otak bukan hanya sekadar fenomena biologis, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara holistik dan berkelanjutan.
Trending Now