Afghanistan harus tangani korupsi

Hamid Karzai
Keterangan gambar, Karzai memenangkan pemilu bulan Agustus yang diwarnai kecurangan

Presiden Afghanistan harus mendirikan sebuah "mahkamah kejahatan serius" dan komisi anti korupsi, demikian pernyataan menteri luar negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton.

Dia mengatakan kepada jaringan televisi Amerika, ABC bahwa Presiden Hamid Karzai "bisa melakukan lebih baik lagi."

Karzai baru-baru ini terpilih kembali dalam pemilu yang diwarnai tuduhan kecurangan dan dia semakin mendapat tekanan dari pemerintah negara-negara Barat agar mengatasi korupsi.

Salah seorang jurubicara Karzai menegaskan bahwa pemerintahan pimpinan Afghanistan ini "serius' dalam mengatasi korupsi.

Dutabesar Amerika di Kabul mengeluarkan peringatan yang menentang penambahan pasukan Amerika dinegara itu, kecuali jika Karzai mengambil langkah menentang korupsi.

Pandangan-pandangan dutabesar AS ini bertentangan dengan para jenderal Amerika yang merekomendasikan penempatan pasukan besar-besaran.

Jaksa Agung Afghanistan sebelumnya sudah mengatakan bahwa dia memiliki daftar nama pejabat senior dan menteri yang dicurigai menerima suap, namun dia menolak mengumumkan nama-nama itu.

Jaksa Agung Ishaq Aluko mengatakan kepada BBC minggu lalu bahwa dia sudah meminta Presiden dan Mahkamah Agung untuk mendirikan pengadilan khusus untuk menangani kasus-kasus korupsi.

Pemilihan presiden bulan Agustus lalu diwarnai tuduhan-tuduhan penipuan dan permainan kertas suara. Saingan utama Karzai akhirnya mundur sehingga pemungutan suara putaran kedua tidak jadi dilaksanakan.

Kebutuhan rakyat

Nyonya Clinton dalam wawancaranya dengan ABC mengatakan Washington mengharapkan "mahkamah kejahatan serius" dibentuk dan "komisi anti korupsi didirikan serta berfungsi".

Dia mengatakan pemerintah Afghanistan perlu mengambil tindakan terhadap orang-orang yang "mengambil keuntungan dari dana yang masuk ke Afghanistan dalam 8 tahun terakhir".

Clinton mengatakan dia sudah menegaskan bahwa dana bantuan sipil tidak akan diberikan kecuali jika Amerika Serikat bisa melacaknya ketika dana-dana itu masuk ke departemen-departemen.

Nyonya Clinton mengataakan tujuan Amerika adalah mengalahkan Al-Qaeda dan membantu Afghanistan membela diri melawan Taliban.

"Sekarang kami yakin bahwa Presiden Karzai dan pemerintahannya bisa lebih baik lagi," kata Clinton.

"Kami mengirim pesan itu. Sekarang pemilu akhirnya selesai, sekarang kami ingin melihat bukti-bukti nyata bahwa pemerintah, mulai dari tingkat paling bawah dengan dipimpin oleh Presiden, lebih tanggap terhadap kebutuhan rakyat."

Korupsi di Afghanistan -yang merupakan negara penghasil opium terbesar di dunia- berkaitan terutama dengan narkoba, demikian menurut badan PBB urusan Kejahatan dan Obat-obatan.

Badan PBB ini juga mengatakan sedemikian besarnya bantuan internasional serta tekanan untuk membelanjakan dana ini secepatnya, juga membuat korupsi semakin marak.

Afghanistan secara teratur masuk dalam lima negara terburuk dari 180 negara dalam hal korupsi.