Sanksi baru Iran

Nuklir Iran
Keterangan gambar, Program nuklir Iran diduga untuk kepentingan militer

Parlemen AS memberikan dukungan penuh dengan menyetujui sanksi baru terhadap Iran, ditengah perdebatan mengenai program nuklir negara itu.

Langkah itu memberikan kuasa kepada Presiden Barrack Obama untuk melarang perusahaan asing yang menjadi pemasok industri minyak di Iran untuk menjalankan bisnis di AS.

Rancangan Undang-undang itu mendapatkan dukungan 412-12 , hanya bisa menjadi undang-undang jika sudah disetujui oleh Senat AS.

Tindakan lanjutan dari aturan hukum itu, akan memberikan hukuman terhadap setiap perusahaan yang menginvestasikan sekitar US$ 20 juta tiap tahun di sektor energi Iran.

Iran menjadi salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia, tetapi kurang memiliki kapasitas penyulingan dan hanya bisa mengimpor sekitar 40% produksi minyaknya.

Perusahaan Eropa yang mengimpor antara lain Vitol, Trafigura, Total and British Petroleum.

Dalam aturan sanksi yang baru, perusahaan bisa dilarang untuk berbisnis dengan AS atau tidak bisa mendapatkan bantuan keuangan dari institusi AS.

'Memukul balik'

Wartawan BBC di Washington Richard Lister mengatakan Rancangan Undang-Undang itu merupakan peringatan bagi Iran, bahwa Kongres AS serius untuk menerapkan sanksi, kecuali jika pemimpin Iran menunjukan tidak mencoba senjata nuklir.

Langkah legislatif itu menuai kritik yang menyebutkan tindakan itu justru memukul balik dan memicu masyarakat Iran untuk menyalahkan AS dalam masalah kekurangan pasokan.

"Keinginan itu akan menyatukan rakyat Iran untuk melawan AS," kata perwakilan partai Republik Ron Paul, yang menolak tindakan itu.

Tetapi, juru bicara Parlemen Nancy Pelosi mengatakan tindakan itu merupakan sinyal yang jelas bagi Iran, bahwa Washington akan menggunakan segala upaya sebagai penyelesaian untuk menghentikan peningkatan kemampuan senjata nuklir Iran.

"Kami harus menggunakan segala cara penyelesaian, dari diplomasi ke sanksi, untuk menghentikan kemampuan senjata nuklir Iran, kata dia.

Iran sudah dikenai sanksi PBB karena program nuklir, yang diduga akan digunakan untuk kepentingan militer.

Teheran bersikeras program nuklir tersebut untuk kepentingan perdamaian dan memperingatkan sanksi yang dijatuhkan tidak akan efektif.