Paus sampaikan pesan Natal di Vatikan

Sri Paus
Keterangan gambar, Paus Benediktus ditubruk ketika akan memimpin misa malam Natal

Paus Benediktus mengucapkan pesan Natal di Vatikan hanya beberapa jam setelah seorang wanita menyerang dirinya.

Sri Paus berbicara dengan suara tegas di depan ribuan pemeluk Katolik dan tampaknya tidak terpengaruh serangan malam sebelumnya.

Paus mengatakan Gereja Katolik merupakan "sumber persatuan" bagi banyak orang di seluruh dunia.

Dia juga menyerukan agar masyarakat di kawasan konflik saling menghormati.

Serangan atas Paus Benediktus terjadi di Basilika Santo Petrus.

Namun setelah itu Paus tetap memimpin misa malam Natal.

Wanita yang dikatakan mentalnya terganggu itu, sempat memegang jubah Paus di sekitar lehernya sebelum para pengawal Paus berhasil meringkusnya.

Vatikan mengatakan wanita itu juga berusaha menyerang Paus tahun lalu.

Kardinal Roger Etchegaray dari Prancis yang berusia 87 tahun , terjatuh dalam peristiwa ini dan kakinya patah.

Ketika itu dia berada beberapa meter dari Sri Paus.

Misa malam Natal dilakukan dua jam lebih awal agar Paus yang sudah berusia 82 tahun tidak terlalu lelah.

Wanita yang sama

Insiden ini hanya berlangsung dalam hitungan detik tetapi berhasil direkam oleh paling tidak satu kamera.

Wanita yang mengenakan jaket merah itu melompat dari balik pagar pembatas menuju Paus.

"Tiba-tiba orang itu melompati pagar dan Bapa Suci terjatuh dan tiba-tiba semua pengawal langsung berusaha menyingkirkan wanita itu dan membantu Paus berdiri," kata MaryBeth Burns, seorang saksi mata dari Amerika kepada kantor berita Associated Press.

Waniita itu kemudian ditahan polisi.

Vatikan membenarkan bahwa wanita itu juga berusaha melompat pagar untuk mendekati Paus pada peristiwa yang sama tahun lalu.

Bethlehem

Natal tahun ini diperingati sekitar 1,1 milyar penganut Katolik di seluruh dunia.

Di Bethlehem, kota kelahiran Jesus, ribuan jemaat mendengar ucapan Patriarch Latin Fouad Twal, imam Katolik Roma tertinggi di Tanah Suci.

Patriarch Twal mengatakan cita-cita masyarakat di kawasan itu untuk menikmati perdamaian belum juga terwujud.

"Keinginan utama kita belum juga terpenuhi," katanya setelah melwati Bethlehem dalam pawai tradisional dari Jerusalem.

"Kita ingin damai."

Di Bethlehem, perayaan dimulai dengan drumband pramuka dan berakhir dengan misa tengah malam di Gereja St Catherine yang terletak di samping Gereja Nativity.