Denmark resmi dakwa pria Somalia

Seorang pria asal Somalia membantah mencoba membunuh kartunis Denmark yang karikaturnya memicu kemarahan.
Tersangka, yang ditembak polisi di luar rumah kartunis Kurt Westergaard di kota Aarhus hari Jumat, diusung ke pengadilan dengan tandu pasien.
Polisi Denmark mengatakan dia menerobos rumah Westergaard dengan bersenjata kapak dan pisau.
Tersangka, yang menolak semua dakwaan, tetap ditahan. Polisi mengatakan dia punya hubungan dengan orang-orang militan Islam Somalia.
Kelompok radikal al-Shabab di Somalia memuji serangan tersebut.
Jurubicara Al-Shabab Sheikh Ali Muhamud Rage mengatakan kepada kantor berita AFP: "Kami memuji insiden pemuda muslim Somalia menyerang setan yang melecehkan Nabi Muhammad dan menyeru muslim di seluruh dunia menyasar orang seperti" dia.
Wartawan BBC Julian Isherwood di Kopenhagen mengatakan, orang tersebut diperban di lengan dan kakinya, sementara kain menutup kepala untuk menyembunyikan jatidirinya saat diusung oleh polisi ke pengadilan di Aarhus.
Polisi mengatakan bahwa tersangka yang berusia 28 tahun menerobos ke rumah Kurt Westergaard dan berteriak dalam bahasa Inggris yang terpatah-patah bahwa dia ingin membunuh dia. Dia juga dituduh menyerang polisi dengan kapak ketika petugas tiba di lokasi kejadian.
Kartunis berusia 74 yang berada di dalam rumah bersama cucunya yang berumur lima tahun, mengaktifkan alarm dari ruang yang dirancang khusus untuk berlindung.
'Hubungan'

Si tertuduh menolak dakwaan, tapi dilaporkan mengakui ada di lokasi.
Hakim memerintahkan dia tetap ditahan selama empat pekan, dan dua pekan di antaranya di sel isolasi.
Sebelumnya, polisi Denmark mengatakan tersangka, yang memiliki izin tinggal di Denmark, ditembak di lutut dan bahu.
Dan Jakob Scharf, yang memimpin dinas intelijen Denmark PET, mengatakan, serangan yang dituduhkan tersebut "terkait teror".
Si penyerang memiliki kontak erat dengan al-Shabab, kata Scharf, dan telah diawasi berkaitan dengan kegiatan yang tidak terkait dengan Westergaard.
Seorang tokoh komunitas Somalia di Denmark, Ahmed Daqane, mengatakan kepada BBC bahwa orang-orang Somalia di negara tersebut harus lebih mewaspadai ekstremisme.
"Mereka harus mengurus diri sendiri dan berbicara dengan anak-anak muda yang melakukan hal-hal yang keliru dan menyalahgunakan Islam," kata Daqane.
Lokasi Aman

Si kartunis yang terguncang mengatakan kepada kantor berita Denmark Ritzau: "Saya mengunci diri di ruang perlindungan dan memberitahu polisi. Dia mencoba mendobrak pintu masuk dengan kapak, tapi dia tidak berhasil."
Westergaard juga mengatakan kepada koran Denmark Jyllands-Posten, media yang pertama kali menerbitkan karikatur Kurt Westergard yang dipersoalkan pada tahun 2005, bahwa dia telah dipindahkan ke tempat aman.
Karikatur tersebut menggambarkan Nabi Muhammad dengan bom di surbannya.
Pada tahun 2006, koran tersebut meminta maaf atas ketersinggungan yang ditimbulkan oleh gambar tersebut, namun beberapa media lain di Eropa mencetak ulang kartun tersebut.
Kedutaan Denmark di beberapa negara diserangan oleh massa muslim dan belasan orang tewas dalam kerusuhan.
Westergaard hidup dalam persembunyian di tengah ancaman terhadap keselamatan jiwanya, tapi kembali muncul tahun lalu dan menyatakan dia ingin hidup senormal mungkin.
Rumahnya diperkuat habis-habisan dan diberi perlindungan ketat oleh polisi.
Beberapa kelompok militan menghargai kepala Westergaard 1 juta dollar.
Meski sebenarnya dia hanya salah seorang dari 12 kartunis yang karikaturnya tentang Nabi Muhammad diterbitkan di koran Jyllands-Posten, dia paling menonjol.





























