AS perketat kontrol udara

Pemerintah AS memperkenalkan aturan pemeriksaan baru yang lebih ketat terhadap penumpang yang tiba dengan pesawat dari negara-negara yang dianggap terkait dengan terorisme.
Beberapa laporan menyebut sejumlah penumpang yang terbang dari Nigeria, Pakistan, Suriah, Iran, Sudan, Yaman dan Kuba akan dikenai pemeriksaan seluruh badan dan pemeriksaan seluruh barang bawaan.
Presiden Barack Obama menegur kelalaian yang diduga menyebabkan rencana mengebom sebuah pesawat AS Natal lalu berjalan mulus meskipun kemudian digagalkan.
Dia berjanji "akan bertindak cepat untuk membenahi lubang" dalam sistem pengamanan ini.
Aturan pengamanan baru ini mulai berlaku Senin hari ini.
Namun beberapa jam sebelum aturan baru tersebut diumumkan, muncul seruan waspada di bandar udara Newark International dekat kota New York saat seorang laki-laki memasuki wilayah itu tanpa diperiksa.
Terminal C di bandara tersebut segera ditutup, sementara para penumpang dievakuasi ke wilayah aman dan diperiksa ulang setelah kejadian itu. Pesawat dari terminal tersebut juga dihentikan sementara.
Cek acak

Administrasi Keamanan Transportasi, TSA, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa aturan baru ini berlaku untuk para penumpang yang terbang dari atau menuju ke negara-negara yang masuk daftar "Negara Sponsor Terorisme" pemerintah AS - Kuba, Iran, Sudan dan Suriah - serta "negara lain yang terkait".
Nigeria dan Yaman disebut-sebut terkait dengan rencana pemboman hari Natal yang gagal itu.
Tersangka utamanya adalah warga Nigeria, sementara sebuah kelompok militan di Yaman mengklaim merencanakan serangan tersebut.
Wartawan BBC Jane O'Brien di Washington mengatakan tidak jelas apakah pemeriksaan seluruh tubuh akan mampu mendeteksi alat yang dibawa oleh tersangka asal Nigeria berusia 23 tahun, Umar Farouk Abdulmutallab, yang disembunyikan dalam pakaian dalamnya.
Namun Presiden Obama berada dibawah tekanan untuk membuat upaya pengamanan yang bisa dilihat jelas, kata O'Brien.
Juga bagian dari aturan baru ini, adalah pemeriksaan acak terhadap penumpang yang bepergian dari negara manapun ke AS.
Perdana Menteri Inggris Gordon Brown juga telah menyetujui pelaksanaan pemeriksaan seluruh tubuh dengan pemindai di sejumlah bandar udara Inggris.





























