Australia kecam karikatur India

Australia menyatakan karikatur di koran India yang menggambarkan polisi sebagai anggota kelompok rasis Ku Klux Klan "sangat menyinggung".
Koran India Mail Today menerbitkan karikatur yang menunjukkan sosok manusia yang mengenakan lencana polisi Australia dan penutup kepala runcing.
Karikatur ini dimuat menyusul pembunuhan mahasiswa asal India Nitin Garg, 21 tahun, di Melbourne dan serentetan serangan terhadap warga asal Asia Selatan di Australia.
Aparat Australia mengatakan serangan-serangan tersebut bukan aksi rasis, tapi aksi acak oleh penjahat yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
'Slow news day'
Karikatur di suratkabar Mail Today tersebut menggambarkan orang berkerudung kepalaputih seperti yang dikenakan anggota kelompok Ku Klux Klan dan mengenakan lencana polisi negara bagian Victoria dan mencantumkan kalimat: "Kami belum memastikan motif kejahatan ini."
Menteri Kepolisian Negara Bagian Victoria, Bob Cameron, mengutuk karikatur tersebut.
"Kepolisian Victoria adalah organisasi yang sangat toleran dan Victoria negara bagian yang sangat toleran dan secara tersirat menyatakan Polisi Victoria rasis benar-benar keliru," kata Cameron.
Wakil Perdana Menteri Julia Gillard mengatakan, dia belum melihat karikatur tersebut, tapi mengatakan: "Kesan semacam ini sangat menyinggung dan saya mengutuk pembuatan komentar semacam itu."
Dia mengatakan, polisi di ibukota Victoria, Melbourne, tempat Garg dibunuh telah mempergencar patroli di kawasan-kawasan tempat serangan dengan tindak kekerasan terjadi.
Serikat polisi negara bagian Victoria mengatakan karikatur tersebut semata-mata bersumber dari "hari berita sepi di Delhi".
"Karikatur di Australia biasanya dibuat oleh orang-orang yang cerdas atau jenaka dan karikatur ini bukan kedua-duanya," kata Sekretaris Asosiasi Polisi Victoria, Greg Davies, kepada wartawan.
Dia mengatakan terlalu dini untuk menyatakan motif pembunuhan Garg adalah rasisme dan "sangat menyinggung dan keliru" jika ada kesan bahwa polisi tidak menyelidiki kejahatan tersebut.
Serangan-serangan terhadap mahasiswa India di Melbourne dan Sydney menjadi berita utama di India dan menganggu hubungan diplomatik antara Canberra dan Delhi.
Pemerintah India mengeluarkan peringatan kepada mahasiswa yang hendak belajar ke Australia setelah pembunuhan Nitin Garg.
Masalah ini kini menimbulkan ancaman bagi industri pendidikan internasional Australia yang mendatangkan pemasukan besar.
Australia baru saja menerbitkan statistik yang memperlihatkan jumlah warga India yang berniat belajar di negara tersebut merosot sebanyak 46%.
Komite Prakiraan Wisata Australia mengatakan di bulan Desember bahwa lebih dari 70.000 warga India belajar di Australia pada tahun 2009 dan mereka mencakup 19% dari keseluruhan mahasiswa asing yang terdaftar.





























