Berlusconi kembali bertugas

Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi kembali bertugas sebulan setelah diserang oleh seorang pria di Milano.
Berlusconi, yang berusia 73 tahun, tersenyum dan melambaikan tangan kepada para pendukung di luar kediamannya di Roma. Jarinya menunjuk ke wajah yang mengisyaratkan tidak banyak bekas luka di wajahnya.
"Ada sedikit bekas luka di sini," kata Berlusconi sambil memperlihatkan pipinya.
Ia mengalami luka ketika seorang pria bernama Massimo Tartaglia melemparinya dengan patung replika katedral pada tanggal 13 Desember.
Serangan tersebut membuat Berlusconi kehilangan dua gigi dan hidungnya patah.
Dia dirawat di rumah sakit selama empat hari dan sejak itu tidak pernah tampil di depan umum.
Bahas reformasi hukum
Pada hari Senin Berlusconi mengadakan pertemuan dengan menteri kehakiman, sejumlah politisi anggota koalisi, dan pengacaranya untuk membahas rencana reformasi hukum.
Oktober lalu Mahkamah Agung Italia mencabut kekebalan hukum untuk para pejabat tinggi negara, yang pada dasarnya melapangkan jalan bagi para penegak hukum untuk mengungkap dugaan kasus korupsi yang dilakukan Berlusconi.
Namun ia membantah bahwa rencana reformasi ini untuk mengamankan dirinya.
"Reformasi ini untuk kepentingan negara," kata Berlusconi.
Salah satu agenda pemerintah adalah mengajukan rancangan undang-undang yang membatasi lamanya proses hukum menjadi maksimal enam tahun. Berdasarkan peraturan yang ada, persidangan satu kasus bisa berlangsung selama lebih dari 10 tahun.
Oposisi dan para hakim menuduh perdana menteri memakai rancangan undang-undang ini untuk menghentikan proses hukum terhadap dirinya.
Tahun lalu adalah masa-masa sulit bagi Berlusconi. Ia diduga menjalin hubungan dengan seorang model belia dan mengundang wanita-wanita penghibur dalam sebuah pesta.
Istrinya, Veronica Lario, sementara itu mengajukan cerai.





























