Obama prioritaskan tenaga kerja

Presiden Barack Obama dalam pidato kenegaraan menyatakan, lapangan kerja merupakan fokus nomor satu negara.
Dia mengatakan telah menentukan sasaran baru untuk melipatgandakan ekspor Amerika Serikat dalam lima tahun kedepan "kenaikan yang akan membantu dua juta pekerjaan di Amerika."
Obama mengatakan, dia tetap akan melanjutkan reformasi pelayanan kesehatan.
Dia juga mengatakan akan berusaha menangani defisit anggaran dengan mengumumkan pembekuan pengeluaran pemerintah mulai dari 2011.
Presiden Obama mendapatkan sambutan hangat dari semua pihak di Kongres dan sambutan tepuk tangan sambil berdiri.
Dia membuka pidatonya dengan mengatakan Amerika Serikat harus "menjawab panggilan sejarah" dalam masa pengujian sekarang.
RUU Tenaga Kerja
Mengenai isu lapangan kerja Obama mengatakan "Orang dikeluarkan dari pekerjaan. Mereka tesakiti. Mereka memerlukan bantuan kita. Dan saya menginginkan rancangan undang-undang mengenai tenaga kerja di meja saya tanpa tertunda-tunda." "Lapangan kerja harus menjadi fokus nomor satu pada tahun 2010," tegasnya.
"Saya tahu kegelisahan di luar sana sekarang. Ini bukan hal baru. Perjuangan inilah yang menjadi alasan mengapa saya mencalonkan diri sebagai presiden," kata Obama.
Mengenai ekonomi, Obama mengatakan dia sudah menjabat selama setahun "di tengah dua perang, ekonomi terguncang oleh resesi berat, sistem keuangan diambang keruntuhan dan utang besar pemerintah."
"Namun kerusakan masih terjadi," katanya. "Satu dari sepuluh orang Amerika tidak dapat menemukan pekerjaan. Banyak usaha tutup. Harga-harga rumah menurun. Kota-kota kecil dan masyarakat pedesaan sangat terpukul. Bagi mereka yang hidup dalam kemiskinan, kehidupan semakin sulit." "DPR sudah mengesahkan RUU Tenaga Kerja sebagai perintah pertama tahun ini, saya mendeask Senat melakukan hal sama," kata Obama.
Obama membela pemberian dana talangan bank yang kontroversial dengan mengatakan perlu untuk menyelamatkan ekonomi.





























