PBB perbesar pembagian pangan

Banyak warga Haiti memerlukan bantuan pangan pasca gempa
Keterangan gambar, Banyak warga Haiti memerlukan bantuan pangan pasca gempa

PBB akan memulai program pembagian pangan dalam skala besar di ibukota Haiti Port-au-Prince hampir tiga pekan setelah gempa dahsyat.

Enam belas tempat pembagian telah didirikan di seluruh kota untuk menjangkau dua juta warga dalam dua pekan.

Perkembangan ini diumumkan, sementara kalangan dokter di sana menyatakan keprihatinan bahwa Amerika Serikat telah menghentikan evakuasi korban yang mengalami cedera kritis ke Amerika.

Dalam perkembangan lain, 10 warga Amerika ditahan karena dicurigai mencoba membawa keluar anak-anak dari Haiti tanpa izin.

Jurubicara pemerintah Haiti Yves Christallin mengatakan orang-orang Amerika ditangkap bersama 30 anak di perbatasan dengan Republik Dominika, tempat yang mereka katakan menjadi lokasi panti asuhan yang mereka miliki.

Kelompok dari lembaga sosial yang berbasis di Idaho, AS, New Life Children's Refuge mengatakan kepada BBC bahwa mereka ingin membawa anak-anak yatim dan piatu tersebut ke panti asuhan di Republik Dominika.

Khusus wanita

Program Pangan Dunia PBB (WFP) mengatakan telah menetapkan tempat-tempat untuk pembagian makanan yang akan dimulai hari Minggu.

Hanya wanita yang diperbolehkan mengambil pasok bantuan gempa, sebab menurut WFP cara ini terbukti yang paling baik untuk menyalurkan makanan kepada warga yang memerlukannnya.

Pria akan diminta menunggu di luar pusat pembagian untuk mendampingi wanita setelah mereka menerima jatah bantuan, sebab wanita yang datang sendiri dinilai rentan terhadap penyerangan.

Tim WFP akan bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk memastikan bahwa laki-laki yang memerlukan bantuan tidak akan dikesampingkan, kata lembaga PBB tersebut.

Hari Sabtu WFP mulai membagian kupon makanan untuk diserahkan ke tempat pembagian.

Masing-masing keluarga berhak menerima 25 kg beras yang dimaksudkan untuk kebutuhan dua pekan.

WFP mengatakan telah menjangkau 600.000 warga dengan memberikan sekitar 16 juta paket makanan sejak gempa melanda, di tengah masalah logistik berat akibat kerusakan prasarana lokal.