Cina peringatkan Amerika

Cina memperingatkan Presiden AS atas kemungkinan masa depan hubungan kedua negara jika Obama bertemu dengan Dalai Lama.
Pejabat Partai Komunis Cina Zhu Weiqun mengatakan akan terjadi aksi yang berkesinambungan jika pertemuan itu berlangsung.
Sebelumnya Gedung Putih mengindikasikan kalau Barack Obama berniat bertemu pemimpin spritual Tibet yang kini hidup dalam pengasingan.
Dan Zu mengatakan Cina akan membalas jika pertemuan itu benar terjadi.
Pernyataan ini keluar setelah sebelumnya juga muncul kecaman Cina atas penjualan perlengkapan militer AS senilai US$ 6,4 miliar ke Taiwan, sebuah negara pulau yang dianggap Cina sebagai bagian dari mereka.
Zhu memberikan pernyataan ini dalam sebuah keterangan pers untuk menjelaskan kunjungan lima hari perwakilan Dalai Lama ke Cina.
Ini adalah pertemuan ke-9 diantara kedua belah pihak sejak tahun 2002, tapi masih belum ada kesepakatan berarti antara keduanya.
"Posisi kedua belah pihak sangat tajam perbedaannya,'' kata Zhu.
Ubah haluan politik
Menurut Cina, dalam posisi pertemuan kali ini Tibet lagi-lagi mengulangi harapan atas otonomi yang lebih besar di kawasan Himalaya.
Zhu mengatakan tidak ada kemungkinan untuk kompromi atas isu kedaulatan di Tibet.
Dia juga menyebut Dalai Lama sebagai pembawa masalah.
Dalai Lama meninggalkan Tibet tahun 1959 setelah gagal melawan kebijakan pemerintahan Cina.
"Dia sebaiknya melakukan pemeriksaan atas diri sendiri yang teliti atas semua pernyataan dan perbuatannya dan secara radikal mengubah posisi politiknya jika menginginkan ada hasil dalam pembicaraan ini,'' tegas Zhu.
Pembicaraan antara Cina dan Dalai Lama yang kini dalam pengasingan berlangsung di Dharamsala India, diikuti dengan pertemuan penting yang dilakukan pemimpin Cina bulan lalu untuk meninjau kebijakan mereka atas Tibet.
Meskipun terjadi aksi unjuk rasa dan huru-hara yang ditujukan atas kebijakan Cina, Beijing yakin kebijakan mereka di Tibet sudah tepat.




























