Obama tetap temui Dalai lama

Obama
Keterangan gambar, Obama akan bertemu dengan Dalai Lama akhir Februari

Presiden AS Barrack Obama tetap akan bertemu pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama sesuai rencana, meski ada peringatan pemerintah Cina, demikian disampaikan juru bicara Gedung putih.

Menurut Phil Burton, Obama sudah mengatakan kepada pemimpin Cina saat berkunjung ke tahun lalu bahwa dia akan bertemu dengan Dalai Lama.

Cina telah memperingatkan hubungan dengan AS akan terganggu jika pertemuan itu tetap digelar.

Belum ada kepastian waktu, tetapi pertemuan diharapkan akan berlangsung akhir bulan ini.

"Presiden mengatakan kepada pemimpin Cina dalam kunjungannya tahun lalu, bahwa dia akan bertemu dengan Dalai Lama," kata Bill Burton kepada wartawan.

"Presiden akan bertemu dengan Dalai Lama sebagai pemimpin spiritual dan budaya yang dihormati dunia internasional," tambahnya.

Pernyataan itu muncul setelah pemimpin partai komunis Zhu Weiqun mengatakan pertemuan tersebut akan mengancam kepercayaan dan kerjasama antara Beijing dan Washington.

Hubungan menegangHubungan antara negara perekomian terbesar dan ketiga dunia ini mulai tegang akibat perselisihan dalam perdagangan, seperti penjualan senjata AS ke Taiwan dan sensor terhadap internet.

Cina yang mengambil alih Tibet pada 1950, menyebut Dalai Lama sebagai separatis dan mencoba mengisolasi pemimpin spiritual dengan meminta pemimpin negara lain untuk tidak mengadakan pertemuan.

Dalai Lama meninggalkan Tibet pada 1959 setelah gagal melakukan pemberontakan melawan Cina dan tinggal di India.

Obama menolak kunjungan Dalai Lama di AS tahun lalu, dengan mengatakan akan bertemu dengan pemimpin spiritual Tibet di lain waktu.

Juru Bicara Gedung Putih mengatakan dua pemimpin ini diharapkan bisa bertemu ketika biarawan Tibet mengunjungi Washington akhir Februari mendatang.

"Jika pemimpin AS memilih untuk bertemu dengan Dalai Lama pada saat itu, maka akan mengancam kepercayaan dan kerjasama antara Cina dan AS," kata Zhu.

"Kami menolak segala upaya oleh negara lain yang mencampuri urusan dalam negeri Cina dengan menggunakan Dalai Lama sebagai alasan."

Zhu menyampaikan keterangan pers berkaitan dengan kunjungan utusan Dalai Lama ke Cina selama lima hari.

Masyarakat Tibet berulang kali menyampaikan harapan mereka untuk mendapatkan otonomi untuk wilayah Himalaya, tetapi Zhu mengatakan tidak ada kemungkinan sedikitpun untuk kompromi atas kedaulatan di Tibet.

Dua pihak menangguhkan sejumlah pertemuan untuk pembahasan status Tibet sejak 2002.