Jenderal Fonseka ditangkap

Presiden Mahinda Rajapaksa dan Jenderal Sarath Fonseka bersaing di pilpres
Keterangan gambar, Mahinda Rajapaksa (kanan) bersaing dengan Sarath Fonseka di pilpres

Calon presiden yang kalah dalam pemilihan di Sri Lanka, Jenderal Sarath Fonseka, ditahan aparat keamanan di Kolombo.

Seorang saksi mata mengatakan kepada BBC bahwa polisi militer mendobrak kantor Jenderal Fonseka di Kolombo dan kemudian menggelandangnya.

Pemerintah pimpinan Presiden Mahinda Rajapaksa mengatakan, Fonseka ditahan karena melanggar peraturan militer dengan mengadakan diskusi dengan politisi saat masih menjabat panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Jenderal Fonseka memimpin militer Sri Lanka dalam serangan penghabisan terhadap pemberontak Harimau Tamil, namun hubungannya dengan pemerintah kemudian memburuk akibat perbedaan pendapat dan dia mengundurkan diri.

Pemerintah Rajapaksa baru-baru ini menuding jenderal tersebut menyusun makar untuk menumbangkannya. Namun, Fonseka membantah berencana untuk melawan pemerintah.

Fonseka, 59 tahun, dikalahkan oleh Presiden yang tengah menjabat, Mahinda Rajapaksa dalam pemilihan suara bulan lalu.

Dia menampik hasil penghitungan suara dan bertekad untuk membawa perkara tersebut di pengadilan.

Wartawan BBC Charles Haviland di Colombo mengatakan dia mendapat informasi dari Direktur Jenderal Keamanan Nasional Laxman Hulugalle bahwa dakwaan terhadap sang jenderal terkait dengan tuduhan pelanggaran larangan diskusi masalah politik bagi anggota militer.

Hulugalle mengatakan hukum militer masih berlaku bagi Jenderal Fonseka meski dia sudah pensiun dari dinas militer.