Google laporkan gangguan di Iran

Google menyatakan lalu lintas surat elektronik atau email di Iran telah menurun tajam di tengah laporan adanya pembatasan akses menjelang peringatan Revolusi Islam.
Google manyatakan penurunan itu terjadi meskipun jaringannya berjalan seperti biasa.
Situs internet oposisi mendesak unjuk rasa besar-besaran pada hari terpenting dalam kalender politik Iran.
Kepala polisi menyatakan beberapa pegiat ditangkap ketika bersiap-siap untuk unjuk rasa.
Google menjelaskan, para pengguna Gmail mengalami kesulitan menyusul adanya pembatasan resmi penggunaan email.
'Penangguhan permanen'
"Ketika kami menghadapi hambatan dalam layanan kami, segera kami selesaikan secepatnya," tulis Google yang berkantor di California.
"Sayangnya kadang-kadang tidak dalam kendali kami," kata Google.
Surat kabar Wall Street Journal melaporkan bahwa dinas telekomunikasi Iran mengumumkan "penangguhan permanen layanan surat elektronik Google Inc."
Washington yang hari Rabu memperpanjang sanksi terhadap Teheran mengatakan setiap upaya untuk menghalangi informasi dari Iran akan gagal.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat PJ Crowley mengatakan, "Tembok maya tidak akan berjalan pada abad ke-21 yang lebih baik dari tembok fisik abad ke-20."
Pada peringatan ke-31 revolusi Iran, pengunjuk rasa dari oposisi kemungkinan turun ke jalan mengkritik terpilihnya lagi Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
Mereka memandang terpilihnya Ahmadinejad karena curang.
Pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi meminta para pendukungnya berunjuk rasa hari Kamis ini.
Situs-situs internet anti pemerintah mendesak pengunjuk rasa mengenakan emblem atau baju hijau.
Warna hijau telah digunakan gerakan oposisi setelah pertikaian hasil pemilu.
Aksi kekerasan yang menelan korban terjadi setelah pemilu disusul dengan insiden kekerasan secara sporadis.
Layanan Twitter dan jaringan sosial internet lainnya digunakan secara intensif selama aksi protes pasca pemilu.





























