Ganggu siaran asing, Iran dikecam
Tiga stasiun siaran internasional mengecam keras Iran karena "secara sengaja mengganggu secara elektronik" siaran mereka.

BBC, Deutsche Welle dan Voice of America mengatakan pengacakan siaran mulai dilakukan pada hari Kamis (11/2) bertepatan dengan peringatan 31 tahun Revolusi Islam di Iran.
Sebelumnya Amerika menuduh Iran menggunakan upaya yang mereka sebut "blokade hampir secara total terhadap arus informasi".
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika, PJ Rowley mengatakan ada indikasi yang kuat bahwa jaringan telepon telah diputus, saluran pesan pendek diblokade dan saluran internet ditutup.
"Iran telah berusaha melakukan upaya yang mendekati blokade informasi secara total," kata PJ Rowley
"Sudah jelas bahwa Pemerintah Iran khawatir terhadap rakyatnya."
Juru Bicara Gedung Putih, Robert Gibbs mengatakan raksasa dunia maya Google dan layanan penyedia jasa internet telah ditutup di Iran.
Organisasi wartawan tanpa batas atau Reporters Without Borders mengatakan penutupan Gmail, layanan surat elektronik milik Google merupakan upaya kontrol terhadap dunia maya yang memasuki tahapan baru.
Namun organisasi itu juga mengklaim banyak pengguna internet di negara tersebut sudah mengetahui bagaimana menyiasati sensor dan blokade terhadap beberapa situs yang dilakukan oleh pemerintah Iran.
Wartawan BBC di Iran mengatakan sejumlah pemerintahan di bebearpa negara seperti Cina dan Birma serta Iran sibuk untuk menutup jalur komunikasi internet yang berasal dari lawan-lawan mereka.
Akurat dan berimbang
BBC, Deutsche Welle dan Voice of America mengatakan pengacakan yang dilakukan oleh pemerintah Iran mempengaruhi layanan melalui satelit Hotbird yang menjangkau pemirsa mereka di seputar kawasan Eropa dan Timur Tengah.
Layanan ini termasuk juga Televisi BBC berbahasa Persia, saluran televisi VOA dalam bahasa Persia dan Radio Farda serta juga Siaran Televisi dan Radio milik Deutsche Welle.
Tidak hanya siaran berbahasa Persia yang diacak oleh Pemerintah Iran, Siaran berbahasa Inggris milik BBC, BBC World News juga tidak bisa disimak oleh mereka yang tinggal di Iran.
Dalam pernyataan bersamanya mereka mengatakan:"Kami prihatin terhadap berbagai upaya pengacakan terhadap siaran-siaran tersebut. Hal ini berlawanan dengan kesepakatan internasional dan merupakan campur tangan terhadap arus keterbukaan dan kebebasan siaran yang dilindungi oleh perjanjian internasional."

"Pemerintah Iran saat ini menggunakan satelit yang sama untuk menyiarkan program mereka secara bebas ke seluruh dunia baik yang menggunakan bahasa Inggris atau Arab, namun di saat yang sama mereka melarang program yang disusun oleh warga Iran yang berada di luar negeri dan menggunakan satelit yang sama."
Kamis kemarin upaya pengamanan yang dilakukan secara mendadak oleh pihak keamanan Iran ini berhasil mencegah protes besar yang akan dilakukan oleh kelompok oposisi pada saat perayaan Revolusi Islam.
Kelompok oposisi yang akan melakukan protes ini seperti terlihat sedikit ketika berada di tengah kerumunan masyarakat yang ikut dalam perayaan tersebut di pusat kota Iran.
Presiden Mahmoud Ahmadinejad kepada pendukungnya yang ikut dalam perayaan tersebut mengatakan Iran saat ini telah menjadi "negara nuklir" dan telah melakukan produksi pertama dari pengayaan terhadap 20 persen persediaan uraniumnya.
Namun Gedung Putih mengatakan pernyataan itu hanyalah pernyataan politik dan bukan berdasar atas sains.





























