Dalai Lama bertemu Obama

Obama menyatakan dukungan terhadap jati diri bangsa Tibet dalam perundingan dengan Dalai Lama di Gedung Putih meskipun Bejing sudah menyatakan ketidaksetujuan mereka atas pertemuan itu.
Pertemuan dilakukan ketika hubungan Amerika-Cina menegang karena pertikaian penjualan senjata Amerika ke Taiwan, tuduhan mata-mata maya Cina dan kesepakatan dagang.
Cina yang memandang Dalai Lama sebagai tokoh separatis sudah memperingatkan pertemuan tersebut akan merusak hubungan Cina-Amerika.
Amerika mengecilkan kekhawatiran Cina tersebut meskipun tetap tidak membesar-besarkan pertemuan.
Pertemuan dilakukan secara tertutup di Ruang Peta Gedung Putih bukannya di Ruang Oval kantor presiden Amerika yang lebih resmi untuk mengirimkan isyarat kepada Cina bahwa ini adalah pertemuan pribadi bukan politik.
Pahlawan demokrasi
Setelah pertemuan juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan presiden menyatakan "dukungan kuat" terhadap jati diri Tibet dan perlindungan hak asasi Tibet di Cina.
Obama memuji kebijakan anti kekerasan Dalai Lama dan "usaha dalam melakukan perundingan dengan pemerintah Cina," kata Gibbs.
Meskipun Amerika berusaha tidak membesar-besarkan kunjungan Dalai Lama segera berbicara dengan para wartawan di luar Sayap Kanan Gedung Putih.
Pernyataannya disiarkan langsung televisi internasional.
Dia mengatakan kepada Obama tentang kekagumannya terhadap Amerika karena menjadi "pahlawan demokrasi, kebebasan, nilai kemanusiaan" dan kreatifitas.
Departemen luar negeri Cina mendesak Amerika untuk membatalkan kunjungan tersebut untuk "menghindari kerusakan hubungan Cina-Amerika".
Cina yang mengambilalih Tibet pada tahun 1950 memandang Dalai Lama sebagai tokoh separatis dan berusaha mengasingkan pemimpin spiritual itu dengan cara mendesak para pemimpin dunia untuk tidak menemuinya.





























