Serangan Pakistan, 12 tewas

Dua serangan peluru kendali oleh pesawat tak berawak Amerika Serikat menewaskan sedikitnya 12 tersangka militan di Pakistan barat daya.
Serangan itu terjadi di kawasan suku-suku tradisional Waziristan Utara.
Identitas mereka yang tewas akibat serangan itu masih belum diketahui.
Waziristan Utara dan Selatan diketahui menjadi tempat perlindungan milisi Al-Qaida dan Taliban. Mereka sering menjadi sasaran pesawat-pesawat tak berawak.
Menurut sejumlah pejabat, warga setempat mengungkapkan serangan itu telah menghancurkan banyak kamp pelatihan dan kompleks perumahan.
Serangan itu juga menewaskan puluhan milisi lokal dan asing.
Serangan pertama hari Rabu berlangsung di desa Mizar Madakhel sekitar 50 kilometer sebelah barat Miranshah, kota utama di Waziristan Utara.
Disusul kemudian oleh serangan kedua masih di kawasan yang sama.
Laporan-laporan menyebutkan, sasaran serangan pertama adalah sebuah kendaraan dan satu kompleks perumahan yang digunakan tersangka militan, menewaskan delapan orang.
Sasaran serangan kedua adalah dua kendaraan yang menewaskan empat lainnya.
Wartawan mengatakan, Amerika Serikat meningkatkan serangan dengan menggunakan pesawat tak berawak di kawasan itu sejak tujuh agen CIA tewas dalam pemboman bunuh diri di sebuah markas di seberang perbatasan Afghanistan Desember lalu.
Lebih dari 700 orang tewas dalam serangan sekitar 80 pesawat tak berawak sejak Agustus 2008.
Pakistan mengecam secara terbuka serangan pesawat tak berawak itu dengan mengatakan tindakan itu meningkatkan dukungan bagi militan.
Namun pengamat mengatakan pihak berwenang diam-diam mendukung serangan pesawat tak berawak.
Militer Amerika tidak selalu membenarkan operasi itu namun pengamat mengatakan hanya Amerika Serikat yang mampu menggelar operasi pesawat tak berawak di kawasan itu.





























