Bantuan Somalia 'dikorupsi'

Sampai setengah bantuan pangan di Somalia dialihkan kepada kontraktor yang korup, pekerja lokal PBB dan milisi Islam.
Dalam laporan PBB yang telah bocor kepada media disebutkan bahwa kontraktor Program Pangan PBB diberikan kepada beberapa individu berkuasa yang mengoperasikan kartel yang menjual makanan secara ilegal.
Laporan yang dibuat kelompok yang memonitor PBB di Somalia ini mengkritik Program Pangan PBB dan merekomendasikan penyelidikan independen.
Laporan itu sendiri belum dipublikasikan namun isinya sudah bocor kepada media.
Ambil untung
Wartawan BBC Barbara Plett melaporkan, dokumen itu menyebutkan, bantuan makanan dialihkan ke jaringan distributor, pengiriman dan kelompok bersenjata.
Selain itu sejumlah pekerja PBB juga juga ikut ambil untung dari pengiriman bantuan itu.
Laporan itu menyalahkan pada sistem distribusi makanan dimana truk pengiriman makanan harus melalui penghalang jalan yang dijaga berbagai milisi dan bandit.
Ringkasan laporan itu telah dikutip surat kabar New York Times dan sejumlah kantor berita.
Menurut bocoran laporan itu, investigasi awal oleh kelompok pemantau "mengindikasikan adanya kartel"
Laporan itu menyebutkan bahwa tiga kontraktor menerima mayoritas kontrak transportasi Badan Pangan Dunia.
Dengan kontrak itu membuat mereka menjadi "orang terkaya dan berpengaruh di Somalia".
WFP yang menyediakan sebagian besar bantuan pangan menyatakan investigasi internal sebelumnya tidak dapat menemukan bukti meluasnya pelanggaran itu.
Wakil khusus Sekjen PBB untuk Somalia Ahmedou Ould Abdallah mengatakan kepada BBC bahwa dia telah melihat laporan itu.
Namun dia yakin kebutuhan terbesar adalah Somalia pemerintah yang stabil dan dukungan internasional.
"Dengan pemerintah kita dapat menghindari kehilangan bantuan ini, tidak hanya 50% tetapi 5%," katanya.
"Kita harus masuk ke akar penyebab permasalahan yakni kurangnya dukungan pemerintah. Kita memiliki pemerintahan. Mengapa kita tak mendukungnya?," tanyanya.
Tuduhan bahwa bantuan makanan dialihkan pertama kalinya muncul tahun 2009.
Sejak itu Amerika Serikat mengurangi bantuan ke Somalia karena khawatir bantuan itu jatuh ke tangan kelompok milisi Al-Shabab.





























