Google Cina hentikan penyensoran

Google memutuskan menghentikan penyensoran di situs Google Cina
Keterangan gambar, Google memutuskan menghentikan penyensoran di situs Google Cina

Situs pencari Google memutuskan untuk mengabaikan peringatan pemerintah agar melakukan sensor terhadap hasil pencarian yang dilakukan pengguna internet negeri Tirai Bambu itu.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu bahkan mengatakan para pengguna Google asal Cina akan dialihkan ke halaman situs Google Hong Kong yang disensor.

Pemerintah Cina menuding Google melanggar sebuah perjanjian tertulis yang harus dipatuhi perusahaan itu saat memasuki pasar Cina. Perjanjian itu antara lain berisi bahwa Google harus menyaring setiap pencarian yang dilakukan pengguna internet di Cina.

Seorang pejabat Cina seperti dikutip kantor berita Xinhua mengatakan pemerintah Cina sangat menyayangkan keputusan Google mengabaikan perjanjian itu.

Sementara itu, Gedung Putih memandang masalah ini sebagai bentuk nyata belum tercapainya kesepakatan antara Google dan pemerintah Cina.

"Kami sangat kecewa Google dan pemerintah Cina belum mencapai kata sepakat yang memungkinkan Google meneruskan layanan situs pencarian Google.cn di Cina," ujar juru bicara masalah keamanan nasional AS, Mike Hammer.

Sebelumnya, pemerintah Cina telah berulang kali memperingatkan Google akan konsekuensi yang harus dihadapi perusahaan itu jika tidak mematuhi peraturan sensor negeri berpenduduk lebih dari satu miliar orang itu.

Kelambatan akses

Kepala bagian legal Google David Drummond mengatakan dengan menyediakan sistem pencarian yang tidak disensor melalui Google.com.hk merupakan sebuah solusi atas masalah yang sedang dihadapi dan solusi ini sepenuhnya tidak melanggar hukum dan meningkatkan akses informasi bagi rakyat Cina.

Google mengatakan kemungkinan akan terjadi kelambatan proses pencarian saat sistem pencarian dialihkan ke Hong Kong.

"Kami sangat berharap pemerintah Cina menghormati keputusan kami, meskipun kami sadar bahwa pemerintah bisa memblokir akses ke situs kami sewaktu-waktu," kata Drummond lewat blog perusahaan itu.

Drummond menambahkan Google akan memantau dan menyediakan update teratur melalui sebuah halaman internet untuk memberi informasi layanan yang tersedia di daratan Cina.

Salah satu penyebab keputusan ini adalah pengakuan Google pada 12 Januari lalu bahwa Google dan 20 perusahaan lain menjadi korban serangan cyber yang berasal dari daratan Cina.

Selama serangan itu, Google kehilangan sejumlah properti intelektual dan menemukan bahwa serangan itu ditujukan pada akun Gmail milik para aktivis hak asasi manusia.

Serangan ini membuat Google mengevaluasi masa depan operasinya di Cina.

Dalam tulisan blog tertanggal 22 Maret, Google mengatakan tetap akan mempertahankan divisi riset dan penjualan di Cina.

Google menambahkan jumlah tim penjualan akan sangat tergantung berapa banyak pengguna internet Cina bisa mengakses situs Google.com.hk.

Saat ini sekitar 700 orang dari 20,000 karyawan Google berada di Cina.

Kerugian jangka panjang

Situs pencari Baidu mendominasi pasar Cina mengalahkan Google
Keterangan gambar, Situs pencari Baidu mendominasi pasar Cina mengalahkan Google

Hari Minggu lalu, media pemerintah Cina menyerang Google yang menggambarkan kedekatan hubungan antara Google dan pemerintah Amerika.

Kantor berita Xinhua melaporkan Google menyediakan seluruh rekaman pencarian di Cina kepada badan intelijen Amerika.

Meski Google saat ini adalah mesin pencari paling populer di dunia, namun jumlah pengguna Google di Cina jauh lebih rendah dibanding situs pencari Baidu yang mendominasi pasar Cina.

Meski demikian, melihat jumlah dan pertumbuhan pengguna internet di Cina, maka setiap kerugian di Cina bisa sangat mengganggu prospek pertumbuhan Google di masa depan.

Sejumlah analis memprediksi prospek Google sebenarnya tidak akan terganggu jika situs Google.cn ditutup. Kerugiannya hanya berkisar antara 2% dari pendapatan tahunan Google yang mencapai US$ 24 miliar.

"Untuk jangka pendek tidak ada masalah. Namun, untuk jangka panjang bisa berdampak negatif. Kesempatan untuk berkembang di Cina sangat besar," kata analis dari Solaris Asset Management Tim Ghriskey.

Cina diketahui menjalankan sistem sensor paling canggih di dunia. Ribuan polisi ditugaskan untuk memantau semua aktivitas web.

Selain itu, pemerintah Cina juga memiliki sistem otomatis yang mengawasi blog, ruang chatting dan situs-situs lain untuk memastikan topik-topik yang dilarang misalnya soal Lapangan Tiananmen, didiskusikan di dunia maya.