Paus terima pengunduran Uskup Irlandia

Paus telah menerima pengunduran diri seorang uskup Irlandia yang ketahuan melakukan kekeliruan dalam menangani pencabulan seksual oleh pendeta di diosisnya County Cork.
Uskup John Magee mengundurkan diri Maret 2009 setelah penyelidikan independen mendapatkan diosisnya, Cloyne, telah menempatkan anak-anak dalam bahaya.
"Saya bertanggung-jawab penuh atas kecaman terhadap berbagai masalah manajemen kami dalam laporan itu," katanya hari Rabu.
Laporan tahun 2008 itu melansir adanya ketidakmampuan untuk menanggapi klaim pencabulan itu dengan sepatutnya.
Laporan tersebut disusun oleh Badan Nasional Perlindungan Anak dalam Gereja Katolik di Irlandia (NBSC), yang independen dari Gereja Katolik.
Penyelidikan itu terpisah dari laporan Murphy tahun lalu mengenai kekeliruan dalam menangani kasus pencabulan yang sudah berlangsung puluhan tahun di wilayah keuskupan ibukota Dublin.
Juga berbeda dari laporan Ryan, yang berisi rincian fisik serta pencabulan seksual di sebuah panti asuhan yatim piatu dan berbagai sekolah di Republik Irlandia.
Uskup John Magee pernah menjadi sekretaris pribadi tiga orang Paus
Serangkaian pengaduan
Laporan NBSC itu berisi hasil penyilidikan tentang bagaimana diosis Cloyne menangani serangkaian pengaduan tentang pencabulan seksual yang melibatkan dua pendeta.
Seorang perempuan melaporkan "Pendeta B" pada 1996 menjalin hubungan seksual selama satu tahun dengannya dan dia menyaksikan pendeta itu berciuman dengan anak laki-lakinya yang berusia 14 tahun.
Ada tiga pengaduan lain mengenai pencabulan yang dilakukan oleh pendeta itu antara tahun 1995 dan 1997, sementara pada 2005 seorang wanita mengklaim bahwa ia melakukan hubungan seksual dengan pendeta tersebut sejak ia berusia 13 tahun.
Kesimpulan laporan itu merupakan kecaman yang sangat keras terhadap berbagai praktek perlindungan anak di diosis tersebut.
Laporan ini mengungkapkan praktie perlindungan anak tidak memadai dan dalam beberapa hal berbahaya karena tampaknya dipusatkan pada kebutuhan para tersangka dan bukan korbannya.
Perlindungan anak gagal mengambil tindakan efektif guna membatasi akses beberapa individu kepada anak-anak, seperti disebutkan dalam laporan NBSC ini.





























