Bantuan keuangan untuk Yunani disepakati

Akhirnya seluruh 16 negara zona euro mendukung rencana bantuan keuangan untuk membantu Yunani mengatasi masalah keuangan dan utangnya.
Namun, rencana bantuan keuangan ini tetap melibatkan Dana Moneter Internasional (IMF). Rencana bantuan keuangan itu diperkirakan berjumlah 22 miliar euro dan hanya akan digunakan jika tak ada lagi lembaga yang meminjamkan bantuan kepada Yunani.
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan negara-negara zona euro akan mengucurkan pinjaman bilateral yang total jumlahnya mencapai dua pertiga jumlah bantuan.
Perdana Menteri Yunani George Papandreou menilai rencana bantuan yang diputuskan dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi di Brussels merupakan sebuah langkah yang sangat "memuaskan".
Presiden Badan Eropa Herman Van Rompuy mengatakan kesepakatan itu bukan sekadar untuk membantu Yunani namun juga untuk menjaga stabilitas moneter Uni Eropa.
Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengatakan dirinya sangat gembira dengan tercapainya keputusan untuk membantu Yunani. Dia mengatakan keputusan yang diambil sudah sangat tepat.
Pilihan terakhir

Program bantuan IMF dan negara-negara zona euro ini mempertimbangkan sejumlah persyaratan ketat dan kesepakatan total ke-16 negara itu dalam mengucurkan bantuan keuangan.
Tidak ada jumlah tertentu tertera dalam kesepakatan itu namun seorang petinggi Uni Eropa yang tak ingin disebutkan namanya menyatakan jumlah keseluruhan bantuan itu mencapai 22 miliar euro.
Dalam rancangan rencana bantuan yang sempat dilihat BBC mengatakan pemerintah Yunani sejauh ini belum meminta bantuan keuangan, sehingga mekanisme bantuan itu belum dilaksanakan.
"Kami berharap mekanisme dana talangan itu tidak perlu dilaksanankan," kata Herman van Rompuy usai kesepakatan itu ditandatangani.
Van Rompuy menambahkan kesepakatan itu harus mampu meyakinkan pasar bahwa Uni Eropa tidak akan pernah menelantarkan Yunani.
Meski telah disepakati 16 negara zona Euro, namun rencana bantuan untuk Yunani ini tetap harus disepakati anggota Uni Eropa yang terdiri atas 27 negara anggota.
Dengan tercapainya kesepakatan ini sangat terlihat Uni Eropa berusaha menghindari keterlibatan penuh IMF di Yunani dan memilih menjalankan "solusi Eropa" serta mencoba mempertahankan kepercayaan dunia terhadap mata uang euro.
Sebelumnya, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pemerintah Jerman menekankan terlaksananya mekanisme bantuan yang merupakan gabungan antara IMF dan bantuan bilateral dari negara-negara zona euro. Namun, kata Merkel, skema ini adalah pilihan terakhir.
Merkel sebenarnya mengisyaratkan keraguan dalam menawarkan bantuan keuangan bagi Yunani yang sebenarnya tidak diperkenankan dalam rezim mata uang tunggal.
Yunani, dalam mengatasi masalah keuangannya, melakukan sejumlah langkah yang tidak populer seperti membekukan gaji pegawai pelayanan publik, reformasi tunjangan pensiun dan meningkatkan pajak bahan bakar minyak.
Yunani juga harus menghitung ulang utang-utangnya. Sebab, utang yang harus ditanggung jauh di atas kemampuan negara itu untuk membayar.
Yunani harus membayar bunga utang hingga 6% sekitar dua kali lipat dari bunga utang yang harus dibayarkan Jerman.
Angela Merkel mengatakan dia akan menekan Uni Eropa untuk memperkuat kemampuan organisasi itu untuk mencegah krisis anggaran serupa terjadi di masa depan.
Merkel juga menekankan Uni Eropa harus belajar dari krisis Yunani dan dia menghendaki sebuah perubahan perjanjian yang memungkinkan sanksi kepada negara anggota zona euro yang jatuh ke dalam lilitan utang.
Pinjaman darurat

Wartawan Bisnis BBC Nigel Cassidy mengatakan krisis anggaran Yunani ini membuka tabir begitu banyaknya ketidaksepahaman mendasar dalam penggunaan mata uang tunggal euro yang sudah berusia 11 tahun ini.
Kesepakatan untuk membantu Yunani bisa mencegah krisis ini menggerus kepercataan pasar terhadap euro dan mengurangi kekhawatiran atas kemungkinan menyebarnya krisis ekonomi ini ke seluruh Uni Eropa.
Sejumlah negara Uni Eropa seperti Hungaria, Latvia dan Rumania pernah menerima bantuan keuangan darurat dari IMF dan Uni Eropa ketika anggaran negara-negara itu terimbas krisis keuangan global. Namun perbedaannya dengan Yunani adalah ketiga negara itu tidak menggunakan mata uang euro.
Dalam pertemuan di Brussels, masalah keuangan Yunani bukanlah agenda utama. Sebenarnya topik utama pertemuan itu adalah membahas strategi ekonomi Uni Eropa selama 10 tahun dan membicarakan negosiasi internasional berkaitan dengan pemanasan global.
Rakyat Jerman sangat menentang bantuan keuangan untuk Yunani yang memiliki utang sebesar US$407 miliar dengan defisit anggaran sebesar 12,7% dari GDP, empat kali lebih besar dari batas yang ditetapkan bagi negara-negara zona euro.





























