KTT nuklir bahas risiko terorisme

Presiden Cina Hu Jintao bertemu Presiden Obama menjelang KTT
Keterangan gambar, Presiden Cina Hu Jintao bertemu Presiden Obama menjelang KTT

Peringatan mengenai kemungkinan bahan nuklir jatuh ke tangan teroris mengemuka dalam pertemuan puncak keamanan di Washington.

President AS Barack Obama, yang membuka pertemuan internasional terbesar yang digelar Amerika sejak 1945, menyambut pemimpin dari 50 negara.

Para pejabat mengatakan lebih banyak langkah diperlukan untuk mencegah pencurian atau penyelundupan.

Sementara itu, pemimpin Prancis menekankan bahwa negaranya tidak mungkin menanggalkan senjata nuklirnya

Amerika Serikat menyambut janji Ukraina untuk memusnahkan stok uranium yang sangat diperkaya paling lambat tahun 2012.

Pertemuan puncak dua hari berlangsung tanpa kehadiran wakil Iran dan Korea Utara. Kedua negara tidak diundang oleh Amerika Serikat akibat sengketa soal program nuklirnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membatalkan rencana untuk menghadiri pertemuan puncak. Kabarnya keputusan itu diambil akibat kekhawatiran bahwa negara-negara muslim berencana untuk menekan Israel akan membuka fasilitas nuklirnya untuk diperiksa tim internasional.

Penyelundupan

Pimpinan Badan Energi Atom Internasional IAEA, Ikia Amano, mengatakan bahwa negara-negara nuklir perlu berbuat lebih banyak untuk melindungi bahan nuklir.

"Masalahnya adalah bahwa bahan nuklir dan bahan radioaktif tidak dilindungi dengan baik dan negara-negara anggota perlu lebih melindung bahan-bahan itu dari pencurian atau penyelundupan,'' kata Amano kepada bBC.

"Rata-rata setiap dua hari kami menerima satu informasi baru mengenai insiden yang melibatkan pencurian atau penyelundupan bahan nuklir,'' jelasnya.

Seorang pakar kontraterorisme Amerika John Brennan memperingatkan al-Qaida sudah berusaha mendapatkan bahan untuk membuat bom nuklir selama lebih dari 15 tahun.

"Kami tahu al-Qaida berkali-kali terlibat. Kami tahu mereka beberapa kali tertipu,'' katanya.

Presiden Obama dan Presiden Cina Hu Jintao dilaporkan menyepakati perundingan pra-pertemuan puncak untuk mempergencar tekanan terhadap Iran berkaitan dengan program nuklir negara tersebut.