Bom nuklir Iran perlu enam tahun

Dua Jenderal Amerika
Keterangan gambar, Militer AS memperkirakan Iran butuh waktu 5 tahun untuk senjata nuklir

Militer Amerika Serikat telah memperingatkan kemampuan Iran dalam melakukan pengayaan uranium untuk pengembangan senjata nuklir dan hal tersebut mungkin bisa mereka lakukan dalam satu tahun.

Namun seorang Jenderal senior di hadapan Konggres mengatakan Iran butuh tiga hingga lima tahun untuk memproduksi 'senjata yang dapat digunakan'.

Peringatan tersebut datang saat Iran menyatakan mereka telah memproduksi sejumlah uranium dengan kualitas tinggi.

Sementara itu negosiasi untuk membahas program nuklir Iran di PBB sejauh ini masih memungkinkan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Iran atas program nuklir mereka.

Dua pejabat militer Amerika saat berbicara di hadapan Komite Senat Militer Amerika mengatakan bahwa petinggi di pemerintahan Iran saat ini memutuskan untuk melakukan pengayaan uranium dalam satu tahun ke depan untuk membangun sebuah senjata nuklir.

Direktur Agen Intelijen Pertahanan AS, Letnan Jenderal Ronald Burges mengatakan instalasi Nuklir, Natanz, milik Iran masih melakukan pengayaan uranium dalam jumlah rendah.

Reaktor penelitian

Sementara itu Jenderal James Cartwright mengatakan kepada komite tersebut jika Iran ingin mengembangkan 90 persen kemampuan produksi instalasi nuklirnya untuk keperluan pengembangan bom nuklir maka mereka membutuhkan waktu lebih banyak untuk membangun dan melakukan uji coba terhadap senjata nuklirnya.

"Pengalaman mengatakan hal tersebut akan membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun untuk mencapai tahap mempunyai senjata nuklir yang bisa mereka gunakan...sesuatu yang bisa menciptakan ledakan akan dipertimbangkan sebagai senjata nuklir."

Kepala Badan Atom Iran, Ali Akbar Salehi pada Rabu kemarin menjelaskan bahwa lima kilogram uranium yang diperkaya di Reaktor Nuklir Natanz antara 3.5 persen hingga 20 persen diantaranya digunakan untuk keperluan reaktor yang berfungsi untuk penelitian di Iran.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada awal Februari memerintahkan untuk melakukan program pengayaan secara intensif setelah pembicaraan dengan PBB tidak menemui kesepakatan.

Iran menolak lima poin dalam resolusi yang ditawarkan PBB untuk mengghentikan proses pengayaan nuklir Iran.

Sebelumnya negara tersebut sudah mengatakan bahwa program nuklir mereka untuk kepentingan masyarakat sipil.

Sejauh ini dua negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Cina dan Rusia, bersikap lebih lunak terhadap program pengayaan nuklir Iran. Mereka belum menyatakan dukungan terhadap rencana sanksi yang akan dijatuhkan kepada Iran.