Baju kuning ancam pemerintah

thailandyellow
Keterangan gambar, Aliansi Masyarakat bagi Demokrasi bertekad meningkatkan aksi

Demonstran baju kuning anti mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra memberi waktu satu minggu kepada pemerintah untuk menghentikan krisis politik atau menghadapi gerakan masal.

Anggota kelompok baju kuning Aliansi Rakyat untuk Demokrasi, PAD, adalah para pendukung kerajaan, pengusaha dan kelas menengah perkotaan.

Mereka berbeda pandangan dengan pendukung Thaksin yang sebagian besar adalah pengunjuk rasa baju merah dari masyarakat pedesaan kelas bawah.

Kelompok baju merah telah menduduki sebagian besar wilayah Bangkok selama lebih satu bulan untuk melakukan aksi demonstrasi anti pemerintah yang dalam bentrokan minggu lalu menyebabkan 23 orang tewas.

Kelompom ini mengatakan pemerintahan berkuasa secara ilegal karena militer menjatuhkan pemerintahan yang terpilih pada tahun 2006.

Mereka menuntut Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva membubarkan parlemen dan mengundurkan diri.

Daerah bisnis

Sementara itu hari Minggu, kelompok baju kuning pembela monarki mengadakan pertemuan yang dihadiri tiga ribu pendukung di Bangkok.

Demonstrasi baju merah di Bangkok
Keterangan gambar, Demonstran baju merah telah menguasai Bangkok sejak bulan lalu

Pimpinan PAD Chamlong Srimuang mengatakan: "Kami memberi waktu tujuh hari kepada pemerintah untuk mengembalikan perdamaian di negara ini, jika tidak kami, semua anggota PAD akan menjalankan tugas berdasarkan undang undang dasar.

"Kami menyiapkan unjuk rasa besar-besaran dan kami akan kembali makan dan tidur di jalan."

Juru bicara baju kuning Parnthep Pourpongpan menambahkan: "Dalam tujuh hari kami harapkan pemerintah akan segera menangani teroris Thaksin, jika tidak kami akan menunjukkan hak kami dalam melindungi negara dan keluarga kerajaan."

Aksi baju kuning tidak terlalu terlihat sejak unjuk rasa baju merah dimulai bulan lalu, tetapi pada tahun 2008 mereka menutup bandara sehingga ratusan ribu wisatawan terjebak.

Unjuk rasa baju kuning juga mengawali kudeta tahun 2006 yang menyebabkan Thaksin terguling.

Sementara itu aksi demonstrasi baju merah terus berlanjut. Puluhan ribu orang masih berada di pusat kota Bangkok meskipun akhir minggu lalu pihak keamanan melakukan pembubaran.

Operasi tersebut memicu kerusuhan paling berdarah dalam 18 tahun terakhir.

Hari Minggu kelompok merah mengatakan akan berusaha menduduki daerah bisnis.

Meskipun demikian juru bicara militer Sansern Kaewkamnerd mengatakan "Kami tidak akan membiarkan mereka melanjutkan aksi".

"Kami tidak mempunyai pilihan lain kecuali menerapkan hukum," katanya kepada televisi setempat. "Pihak yang melakukan pelanggaran akan dihukum."

Abhisit menolak desakan pengunduran diri.

Hari Jumat dia mengangkat pimpinan angkatan darat Jenderal Anupong Paojinda sebagai pemimpin operasi keamanan.