Pemimpin senior al-Qaeda tewas

Perdana Menteri Irak Nouri Maliki dan para pejabat Amerika Serikat mengatakan dua pemimpin al-Qaeda di Irak tewas dalam operasi bersama Irak-Amerika Serikat.
Maliki mengatakan melalui TV nasional pemimpin al-Qaeda, Abu Ayyub al-Masri dan Abu Omar al-Baghdadi, tewas.
Militer Amerika Serikat kemudian membenarkan bahwa kedua pemimpin al-Qaeda itu tewas di tangan pasukan Irak.
Maliki menambahkan keduanya dibunuh di Thar-Thar, provinsi Salaheddin, di barat Baghdad oleh pasukan Irak dengan bantuan Amerika.
Televisi Irak menayangkan gambar-gambar kedua pemimpin Irak tersebut saat mereka masih hidup dan setelah tewas.
"Serangan itu dilancarkah oleh pasukan darat yang mengepung rumah mereka, dan juga dengan menggunakan rudal," kata Maliki.
Ia mengatakan rumah itu hancur dan dua mayat ditemukan dalam sebuah lubang di tanah yang mereka pergunakan untuk bersembunyi.
Pemimpin misterius
Dalam satu pernyataan, pasukan Amerika dan Komandan Irak Jenderal Raymon T Odierno mengatakan: "Kematian kedua teroris ini merupakan satu pukulan yang cukup keras terhadap al-Qaeda di Irak sejak pemberontakan dimulai."
Pernyataan yang dikeluarkan Amerika Serikat mengungkapkan Pasukan Irak dengan bantuan Amerika Serikat melancarkan serangan malam terhadap rumah tempat persembunyian kedua pemimpin al-Qaeda itu.
Pernyataan itu juga mengutarakan kedua orang tersebut tewas setelah terlibat kontak dengan tim keamanan dan pembantu Masri bersama anak laki-laki al-Baghdadi juga tewas.
Abu Ayyub al-Masri juga dikenal sebagai Abu Hamza al-Muhajir.
Dia dipercaya membantu Abu Musab al-Zarqawi saat membentuk sel pertama al-Qaeda di Baghdad. Adapun Zarqawi tewas bulan Juni 2006.
Sedang Al-Baghdadi adalah nama samaran pemimpinnya yang misterius dan beberapa komandan Amerika sempat menyatakan keraguan mengenai apakah ia memang benar-benar ada.
Al-Qaeda Irak dianggap sebagai pelaku beberapa serangan berdarah di negara tersebut sejak invasi pimpinan Amerika Serikat tahun 2003.
Wartawan BBC di Baghdad Jim Muir mengatakan kematian Abu Musab al-Zarqawi tahun 2006 tampaknya tidak berhasil meredakan pemberontakan.
Militan di Irak sedang mengalami masa sulit dan kematian para pemimpinnya jelas merupakan salah satu faktor penyebabnya di samping faktor-faktor lain.





























