RUU reformasi bank macet

Para senator Republik di Senat AS telah menghadang legislasi untuk menerapkan kontrol baru yang menyeluruh terhadap perbankan.
Kubu Republik menyatakan reformasi yang dicantumkan RUU tersebut belum memadai, sedangkan kubu Demokrat mengatakan para lawan mereka hanya ingin melindungi Wall Street.
Demokrat hari Senin tidak sanggup menggalang 60 suara mendukung yang diperlukan untuk membuka perdebatan mengenai RUU, yang menurut pada pendukungnya akan membantu mencegah krisis keuangan dunia di masa datang.
"Saya sangat kecewa orang-orang Republik di Senat memberikan suara bersama untuk menolak mendukung debat publik mengenai reformasi Wall Street dimulai," kata Obama beberapa menit setelah voting dalam pernyataan tertulis.
Demokrat akan mencoba lagi pekan ini untuk menggulirkan debat tersebut.
Namun, para analis menyatakan kedua pihak tampaknya tidak akan berkompromi mengenai bentuk RUU, dan berarti mungkin perlu waktu untuk mengatasi perbedaan pendapat.
Pembicaraan pada menit-menit akhir menjelang pemungutan suara sempat berlangsung untuk mencapai kompromi.
Namun, Senator Richard Shelby, juru runding Republik dalam masalah ini, menyeru kubunya agar tetap memegang pendirian semula.
Demokrat dan dua sekutu politik independen mereka menguasai 59 kursi di Senat, tapi memerlukan sedikitnya satu suara dari kubu Republik untuk bisa mengatasi taktik menunda-nunda.





























