Polisi NY cari pria Pakistan

Polisi tengah mencari laki-laki yang dicurigai sebagai pelaku rencana pemboman
Keterangan gambar, Polisi tengah mencari laki-laki yang dicurigai sebagai pelaku rencana pemboman

Jaksa Agung Amerika Serikat mengatakan kepolisian memperoleh kemajuan besar dalam investigasi percobaan peledakan bom mobil di New York.

Kemajuan itu, kata Holder, adalah petunjuk kuat tentang tersangka yang memarkir mobil pembawa bom di Times Square, hari Sabtu lalu.

Kepolisian telah menemukan pemilik mobil yang sudah dijual tiga pekan lalu itu. Kepolisian menegaskan pemilik mobil ini belum menjadi tersangka.

Sejumlah pejabat pemerintah mengatakan kepada media bahwa pembeli mobil itu adalah seorang warga Amerika keturunan Pakistan yang belum lama ini melakukan perjalanan ke negeri tetangga India itu.

Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, mobil Nissan Pathfinder SUV itu dibeli tunai tanpa dokumen jual beli.

Seorang juru bicara Kepolisian New York kepada BBC mengatakan kepolisian belum bisa memberikan informasi tentang pencarian warga Pakistan yang diduga membeli mobil tersebut.

Kepada wartawan Jaksa Agung Holder menyatakan keyakinannya bahwa penyelidikan ini akan berjalan sukses dan orang-orang yang berada di belakang rencana peledakan bom ini akan ditemukan dan akan diadili.

"Kami memperoleh petunjuk yang sangat bagus. Kami juga tengah mengikuti sejumlah petunjuk lain," kata Holder mengacu pada gambar CCTV.

Sumber-sumber kepolisian kepada media mengatakan bahwa pemilik mobil Nissan itu sudah diperiksa dan kepolisian menyatakan dia bukan sebagai tersangka.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, tiga pekan lalu dia menjual mobilnya secara tunai kepada seseorang yang tidak dia kenal.

Nomor polisi mobil pembawa bom itu tidak sesuai dengan nomor mobil Nissan yang terdaftar di Negara Bagian Connecticut. Sang pemilik mengatakan sudah mengirim nomor polisi mobilnya ke pusat pembuangan barang bekas.

Mobil berwarna gelap itu kemudian diketahui diparkir di Times Square, Sabtu malam lalu dalam kondisi mesin dan lampu kabutnya menyala. Di dalam mobil itu terdapat rangkaian peledak yang terbuat dari bahan pupuk, kembang api, bensin dan tabung gas propana.

Para pakar peledak mengatakan jika meledak maka rangkaian bom itu bisa mengakibatkan kerusakan luar biasa. Apalagi, Times Square saat itu tengah dipadati warga New York dan para wisatawan.

Saat bom itu ditemukan, polisi mengevakuasi wilayah yang sangat luas dan menutup jalur kereta api bawah tanah, sementara para penjinak bom bekerja.

Jaringan internasional

Sebuah bom mobil direncanakan meledak di Times Square yang padat
Keterangan gambar, Sebuah bom mobil direncanakan meledak di Times Square yang padat

Para penyidik telah merilis sebuah video yang menggambarkan seorang pria sedang membuka kemejanya, kemudian memasukkan kemeja itu ke dalam tas kemudian pergi sambil melihat ke arah mobil Nissan yang diparkir itu.

Meskipun polisi tengah berupaya menemukan orang itu, Kepala Kepolisian New York Raymond Kelli belum menyebut pria itu sebagai tersangka pelaku.

Saat ini kepolisian juga tengah meneliti rekaman video tentang satu orang lain yang diambil oleh seorang turis, namun hingga kini belum merilis rekaman itu kepada publik.

Sebelumnya, Walikota New York Michael Bloomberg dan sejumlah pejabat mencurigai adanya keterkaitan antara kasus ini dengan kelompok militan internasional setelah adanya pernyataan pertanggungjawaban dari Taliban Pakistan.

"Saya tahun bahwa kelompok ini di masa lalu menyatakan bertanggung jawab atas sejumlah insiden yang sebenarnya mereka tidak terlibat," kata Walikota Bloomberg.

Bloomberg menambahkan tidak ada bukti kuat keterkaitan dengan Al Qaida, Taliban atau kelompok militan lain di dunia.

Namun, seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya kepada media mengatakan bahwa pemerintah mulai mencurigai jaringan militan di luar Amerika.

"Jangan terkejut jika nanti Anda menemukan sebuah jaringan asing. Para penyelidik tengah mempelajari sejumlah petunjuk dan nampaknya memang mengarah ke sana," kata sang pejabat seperti dikutip harian The Washington Post.

Sementara itu, Menteri Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano kepada NBC mengatakan pemerintah masih mempelajari semua kemungkinan.

"Saat ini, semua petunjuk kami ikuti. Saya tidak ingin membuat keputusan yang prematur," kata Napolitano.

Sejak tragedi 9/11 kepolisian New York selalu dalam kondisi siaga menghadapi ancaman terorisme. Awal tahun ini, dua orang pria salah satunya adalah imigran asal Afghanistan dinyatakan bersalah karena merencanakan aksi bunuh diri di jaringan kereta bawah tanah New York.

Dan tahun lalu, empat orang warga New York diadili karena dituding merencanakan pengeboman sebuah sinagoga dan menembakkan misil ke arah sebuah pesawat terbang militer.