Profil : Faisal Shahzad

Faisal Shahzad resmi dikenai dakwaan terorisme dan percobaan menggunakan senjata pemusnah massal dengan bom mobil yang gagal meledak di New York's Times Square, Sabtu lalu.
Warga Negara AS keturunan Pakistan ditahan oleh otoritas AS pada Senin malam dalam pesawat yang akan terbang ke Dubai, di Bandara John F Kennedy.
Jaksa Agung AS Eric Holder mengatakan memberikan "informasi penting" kepada para penyidik.
Kepada penyidik, Shahzad mengatakan bertindak sendiri dan tidak memiliki kaitan dengan kelompok militan asing.
Sering berkunjung

Shahzad, 30 tahun, menjadi warga negara AS sejak 17 April 2009.
Menurut Informasi yang diperoleh BBC, dia merupakan putra dari pensiunan Marsekal Madya Udara Bahar-ul-Haque, mantan kepala Otorita penerbangan sipil Pakistan, tetapi tidak ada konfirmasi mengenai informasi itu.
Keluarganya disebut-sebut berasal dari bagian utara perbatasan Kota Peshawar, dekat dengan basis dan lokasi pelatihan Taliban.
Shahzad menikah dua tahun lalu, seperti disampaikan sumber BBC. Istri dan sedikitnya satu dari dua anaknya diyakini tinggal di Karachi dengan kerabat mereka.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik, kepada BBC mengatakan Shahzad melakukan sekitar 8-10 kali perjalanan ke sejumlah tempat di Pakistan dalam tujuh tahun terakhir, termasuk ke Karachi dan Peshawar.
Kedatangan terakhirnya ke Pakistan yaitu pada awal Februari lalu.
Menteri Dalam Negeri mengatakan sejauh ini tidak memiliki bukti Shahzad terkait dengan militan, tetapi dia menambahkan baru memulai penyidikan mengenai keterkaitan itu.
Malik juga membantah laporan media lokal yang menyebutkan ayah mertua Shahzad dan seorang lelaki yang dekat dengannya telah ditahan.
'Sedikit aneh'

Pejabat AS mengatakan Shahzad mengendarai mobil Nissan Pathfinder SUV keluaran tahun 1993 yang berisi bensin, sejenis metan, kembang api dan pupuk yang ditemukan di tengah Times Square ketika ramai pengunjung.
Dia membeli kendaraan tersebut sekitar tiga pekan lalu seharga $ 1,300, dari transaksi itu kemudian mengarahkan pada penangkapan dia.
FBI mengatakan mencari kediaman Shahzad di Bridgeport, Connecticut pada Selasa lalu. Mereka memindahkan beberapa kantong plastik dari dalam rumah.
Bekas tetangganya di Shelton mengatakan kepada koran lokal bahwa dia dan istrinya telah tinggal di rumah itu selama tiga tahun sebelum pindah pada tahun lalu.
Shahzad pindah sekitar Mei, dan istrinya menyusul satu bulan kemudian, kata tetangganya, Brenda Thurman.
Thurman menambahkan Shahzad selalu bangun pagi-pagi sekali untuk bekerja dan dia mengatakan bekerja di Wall Street.
"Saya berpikir dia mengejar kereta ke New York," kata dia.
Thurman menggambarkan tersangka sebagai "orang yang sedikit aneh".
"Dia tidak suka keluar pada siang hari," jelas Thurman.
Tetapi, Audrey Sokol, seorang guru tetangga Shahzad di Shelton, mengatakan dia akan melambai dan menyapa tetangga, dan dia tampak berperilaku normal.
Dia menduga Shahzad belerja sekitar Norwalk.





























