Pemogokan massal di Yunani

Seruan untuk mogok massal telah disampaikan ke seluruh wilayah Yunani sebagai protes terhadap rencana pemangkasan anggaran dan kenaikan pajak.
Kereta api, pesawat dan kapal penumpang feri berhenti beroperasi karena pekerjanya bergabung dengan pekerja di sektor pelayanan publik yang mulai mogok selama 48 jam, Selasa (4/5).
Pemotongan anggaran dilakukan sebagai syarat pemberian paket bantuan internasional yang menimbulkan kemarahan publik.
Parlemen Yunani akan memutuskan kebijakan ini melalui voting pada akhir pekan.
Kebijakan itu meliputi penyetopan kenaikan gaji, pemotongan tunjangan pesiun dan kenaikan pajak. Tujuannya dapat menghemat anggaran sebesar 30 miliar euro selama tiga tahun, dengan target mengurangi defisit anggaran sampai 3 % dari pendapatan negara pada 2014. Yang dipatok 13,6%.
Sementara itu, Parlemen Jerman mulai mempertimbangkan rencana pengucuran dana talangan bagi Yunani.
Kanselir Jerman Angela Merkel akan mempertahankan keputusan pemerintah ambil bagian dalam kesepakatan menteri keuangan negara-negara Eropa, yang meminta Jerman untuk membayar bagian terbesar dari pinjaman yang akan diberikan kepada Yunani.
Serangan Acropolis

Penerbangan dari dan menuju Yunani dihentikan pada tengah malam, sementara kereta api dan kapal feri juga tidak beroperasi pada Rabu ini.
Sekolah, rumah sakit, dan sebagian besar kantor diperkirakan akan tutup.
Demonstrasi besar akan digelar di pusat kota Athena dekat dengan gedung Parlemen.
Ribuan guru dan siswa sekolah berjalan menuju parlemen pada hari Selasa, dengan membawa bendera hitam dan spanduk.
Demonstrasi berlangsung damai. Tetapi di dekat gedung parlemen, massa demonstran melempar batu ke barisan polisi, yang membalas dengan tembakan gas air mata.
Belasan orang pemrotes dari kalangan komunis memasang spanduk raksasa di Kuil Parthenon di Acropolis kuno, dengan tulisan: "Bangkit orang-orang Eropa."
Pada senin, kelompok guru melancarkan aksi protes atas kebijakan pemotongan anggaran pendidikan.
Pemimpin serikat mengatakan sasaran pemotongan adalah orang dengan penghasilan rendah.
"Ada hal lain yang (pemerintah) bisa lakukan, sebelum mengambil uang dari para pesiunan yang memiliki penghasilan 500 euro per bulan," kata Pemimpin serikat buruh sektor pelayanan publik ADEDY, Spyros Papaspyros kepada televisi swasta Yunani.
Uni Eropa setuju untuk menyediakan bantuan dana 80 miliar euro, sementara bantuan lain berasal dari Dana Moneter Internasional IMF.
Kesepakatan itu dilakukan untuk mencegah Yunani dari kegagalan membayar utang.
Bagaimanapun, kesepakatan itu harus disetujui oleh parlemen di 15 negara Uni Eropa.
Dalam mengembalikan pinjaman, Yunani akan melakukan pemotongan anggaran besar-besaran yang disebut Perdana menteri George Papandreou sebagai "pengorbanan yang baik".





























