Yunani loloskan paket penghematan

Parlemen Yunani meloloskan paket pengurangan anggaran, dengan mayoritas anggota parlemen menyetujui pengetatan anggaran seperti yang dikehendaki oleh Dana Moneter Internasional.
Paket penghematan tersebut harus disetujui sebelum dana $ 140 miliar paket bantuan selama tiga tahun yang berasal dari negara Uni Eropa dan IMF bisa dicairkan.
Parlemen harus mencapai suara mayoritas 151 dari 300 anggota, dan dengan Partai yang memerintah, Partai Sosialis memiliki 160 anggota, pemungutan suara berlangsung mudah.
Pemungutan suara terjadi sehari setelah tiga staf sebuah bank tewas dalam serangan bom molotov di saat demo menentang usaha pengetatan anggaran pemerintah berubah menjadi tindak kekerasan.
Kematian ini mengejutkan banyak penduduk Yunani. Para pekerja bank melakukan mogok sebagai protes atas tewasnya rekan mereka.
Perdana Menteri George Papandreou mengatakan "kekerasan bukanlah solusi."
"Masa depan Yunani dalam ancaman. Demokrasi, ekonomi, dan tata masyarakat ini sedang diuji," kata Papandreou di parlemen menjelang pemungutan suara.
Menghindari kebangkrutan
Menteri Keuangan Yunani George Papaconstantinou memperingatkan bahwa negeri itu hanya punya waktu dua minggu lagi untuk membayar sebagian utangnya yang jatuh tempo.
Utang pemerintah senilai $ 12 miliar akan jatuh tempo 19 Mei.
"Kas negara tidak lagi memiliki dana tersebut," katanya kepada parlemen. "Karena hari ini, negeri ini tidak bisa lagi meminjam dari pasar internasional."
"Satu-satunya cara bagi negeri ini untuk menghindar dari kebangkrutan adalah menerima uang dari mitra Eropa dan Dana Moneter Internasional."
Namun untuk menerima dana tersebut, Yunani harus melakukan tindakan antara lain membekukan kenaikan gaji, penurunan pembayaran pensiun, dan menaikkan pajak.
Paket yang sudah disetujui adalah pengurangan anggaran sebesar $ 38 miliar selama tiga tahun, dengan target mengurangi defisit menjadi kurang dari 3 persen dari GDP di tahun 2014.
Sekarang ini angkanya adalah 13,6%.
Desakan yang adil
Sementara itu hari Kamis para pekerja bank turun ke jalan guna melampiaskan kemarahan mereka atas tewasnya tiga karyawan bank di hari sebelumnya.
Presiden Karolos Papoulias memperingatkan bahwa Yunani berada di tepi jurang "kehancuran".
"Kita semua bertanggung jawab agar semua ini tidak menjadi hancur," katanya dalam sebuah pernyataan.
Namun serikat buruh yang tidak berpengaruh atas peristiwa hari Rabu, mendesak para anggotanya untuk terus berdemonstrasi.
"Kami bertekad untuk mendesak perlakuan yang adil bagi permintaan kami," kata pernyataan serikat buruh GSEE, sambil mengutuk adanya tindakan kekerasan yang terjadi.





























