PM Thailand bertekad tumpas demonstran

Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva sudah mengatakan pasukan "akan meneruskan" operasi menghentikan demonstrasi antipemerintah di jantung kota Bangkok.
Dia mengatakan intervensi pemerintah adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri demonstrasi.
Bentrokan antara pasukan dan demonstrasi menelan 6 korban jiwa hari Sabtu, sehingga total yang tewas dalam kekerasan tiga hari terakhir ini 22 orang.
Pertempuran di sekitar perkampungan demonstran kaos merah yang dibarikade masih berlanjut.
Para demonstran yang menuntut PM Abhisit Vejjajiva mundur, sejak Maret berkemah di daerah ini.
Dalam pernyataan-pernyataan pertamanya yang disiarkan lewat televisi sejak kekerasan pecah Kamis lalu, Abhisit mengatakan dia berusaha mengembalikan Bangkok ke keadaan normal dengan kerugian seminimal mungkin.
Dia mengatakan sekelompok minoritas dari demonstran baju merah menentang berdialog dengan mengorbankan kestabilan negara.
"Kami tidak akan mundur," tambah Abhisit.
Pihak berwenang sebelumnya mengesampingkan kemungkinan berunding dengan faksi yang ada dalam demonstran baju merah.
Ribuan dari mereka memilih tetap tinggal di perkemahan yang dilindungi oleh tumpukan bambu, balok balok konkrit, kawat berduri serta ban-ban yang terbakar.





























