BP didesak atasi kebocoran minyak

Perusahaan minyak BP mungkin ''disisihkan'' jika tidak berhasil menanggulangi bencana minyak di Teluk Meksiko, kata seorang pejabat tinggi Ameria Serikat.
Menteri Dalam Negeri Ken Salazar mengatakan perusahaan asal Inggris itu tidak memenuhi ''tenggat waktu demi tenggat waktu'' dalam upayanya menutup sumur minyak yang meledak.
Meski demikian, dia mengatakan BP telah setuju untuk membayar biaya pembersihan di atas batas tanggungjawab yang berlaku saat ini, $75m.
Salazar dijadwalkan mengunjungi lokasi bencana pada hari Senin (24/5).
Kebocoran minyak mulai terjadi lebih dari satu bulan lalu, ketika sebuah anjungan pengeboran minyak yang dioperasikan atas nama BP meledak, dan menewaskan 11 orang.
Jutaan barel minyak kemudian meluber ke laut dari pipa sumur yang bocor 1.524 m di bawah permukaan laut.
Tumpahan minyak itu meluber ke laut di dekat Louisinana dan juga mengancam Florida dan Kuba.
''Jika kami dapati mereka tidak melakukan yang mereka diharapkan sedang lakukan, kami akan sisihkan sebagaimana mestinya,'' kata Salazar kepada wartawan setelah mengunjungi markas AS BP.
Wartawam BBC Madeleine Morris di Washington mengatakan pernyataan Salazar itu merupakan kata-kata paling keras yang dilontarkan oleh seorang pejabat AS terhadap BP.
Meski pemerintah AS berwenang untuk menyisihkan BP, wartawan kami mengatakan BP merupakan satu-satunya organisasi yang memiliki pengetahuan untuk menangani situasi dengan skala seperti ini.
Washington menghadapi kecaman yang semakin keras berkaitan dengan responsnya terhadap bencana, dan juga tekanan untuk mengambil alih kendali dari BP.





























