Aktivis Gaza disambut hangat di Turki

Ratusan aktivis dari konvoi kapal bantuan Gaza disambut hangat di Turki setelah ditahan dan dideportasi oleh Israel.
Penyambutan ratusan aktivis, yang terdiri dari warga Turki dan warga asing, dipimpin langsung oleh Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc.
Jasad sembilan orang yang terbunuh ketika pasukan komando Israel mengambil alih enam kapal bantuan kemanusian juga telah diterbangkan dari Israel.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel ''tidak memilliki pilihan'' tapi menyerbu kapal tersebut pada hari Senin.
Sementara para aktivis menuduh aparat keamanan Israel bertindak brutal, Dewan HAM PBB yang berpusat di Jenewa, Swiss, menyatakan setuju untuk mengadakan penyelidikan internasional independen atas penyerbuan oleh Israel.
Sekjen PBB Ban Ki-moon juga menuntut Israel mencabut blokade terhadap Jalur Gaza, dan menyebut
Ban menyebut pengepungan oleh Israel "kontraproduktif, tidak bisa dipertahankan dan keliru".
Sementara itu, sebagian perhatian kini beralih ke kapal lain yang tengah dalam perjalanan di perairan Mediterania untuk juga mencoba merobos blokade Israel terhadap Gaza.
Kapal Rachel Corrie - yang membawa 11 orang, termasuk peraih Nobel Perdamaian Mairead Corrigan Maguire - sedianya memperkuat konvoi yang akhirnya dihadang, tapi tertahan akibat gangguan teknis.
Wartawan BBC Jon Donnison di Gaza mengatakan MV Rachel Corrie mungkin berada di kawasan paling cepat hari Sabtu. Israel telah menyatakan kapal itu tidak akan diperkenankan merapat di Gaza.
Pemeriksaan medis

Setelah beberapa jam tertunda, tiga pesawat yang disewa oleh pemerintah Turki untuk memulangkan 450 aktivis asing keluar dari Israel mendarat di bandara Istanbul Kamis pagi waktu setempat.
Sebagian aktivis turun dari lambung pesawat sambil mengibarkan bendara dan menunjukkan isyarat kemenangan.
Dalam pidato berapi-api, Arinc menuding Israel melakukan pembajakan kapal dan pemerintahnya menyampaikan rasa hormat atas badan sosial muslim Turki yang memotori dan menggalang konvoi bantuan. Israel menuding lembaga amal tersebut mendukung terorisme.
Sebagian aktivis yang dibebaskan mengatakan mereka mencoba membela diri dari serbuan pasukan komando bersenjata lengkap. Salah seorang mengatakan tentara Israel menembak secara membabi buta.





























