Naoto Kan PM baru Jepang

Naoto Kan menjadi perdana menteri baru PM dengan janji memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat.
Naoto mulai menjabat dua hari setelah pengunduran diri mengejutkan Yukio Hatoyama.
Kan, yang menjabat menteri keuangan dalam kabinet Hatoyama, menjanjikan "babak baru" setelah para anggota Partai Demokrat (DPJ) memilih dia sebagai pemimpin baru partai mereka.
Kan, 63 tahun, akan tercatat sebagai perdana menteri kelima Jepang dalam masa tiga tahun.
Hatoyama turun dari kursi perdana menteri hari Rabu berkaitan dengan sengketa soal pangkalan militer Amerika di Okinawa.
"Perdana Menteri Hatoyama membuka pintu untuk untuk membangun DPJ baru," kata seperti dikutip oleh koran Yomiuri Shinbun.
Dia menjanjikan untuk memindahkan pangkalan pasukan asing itu dari Pulau Okinawa, tapi gagal mendapatkan kompromi yang bisa diterima oleh warga setempat dan Amerika Serikat.
Dalam pidato di depan para anggota DPJ hari Jumat, Kan mengatakan persekutuan dengan Amerika akan tetap menjadi ''pondasi'' diplomasi Jepang, namun dia tidak memberikan janji soal pangkalan tersebut.
Sebelumnya DPJ, Kan memperoleh suara jauh lebih banyak daripada saingannya dalam pemilihan.
Kan menyisihkan sainganya yang kurang dikenal, Shinji Tarutoko, ketua komite lingkungan majelis rendah, dengan perolehan suara 291 lawan 129 yang diberikan para anggota parlemen dari DPJ.
Kabinet Hatoyama resmi mengundurkan diri hari Jumat, dan ini membuka pemungutan suara untuk memilih ketua baru DPJ.
Kan diperkirakan akan membentuk kabinet dalam beberapa hari ke depan, dan akan diambil sumpah oleh Kaisar Akihito pekan depan.
DPJ cepat-cepat memilih ketua partai baru untuk bersiap menghadapi pemilihan majelis tinggi bulan Juli.





























