BP optimis atasi kebocoran

Sebuah penyumbat yang digunakan untuk menutup sumur minyak yang bocor di Teluk Meksiko dikatakan telah mampu mencegah kebocoran 10.000 barel minyak per harinya, demikian dikatakan oleh direktur eksekutif perusahaan minyak BP Tony Hayward.
Jumlah itu dikatakan sudah meningkat sejak Sabtu lalu sehingga diperkirakan lebih separuh dari 12.000 hingga 19.000 barel minyak yang bocor setiap harinya sekarang sudah bisa ditanggulangi.
Bocoran itu disebut sebagai bencana lingkungan terparah dalam sejarah Amerika.
Hayward mengatakan kepada BBC bahwa BP akan memulihkan kawasan teluk itu seperti sedia kala.
Berbicara dalam sebuah acara televisi produksi BBC, The Andrew Marr Show, dia mengatakan: '' Kami mempunyai sistem penanggulangan lebih lanjut yang akan kami terapkan minggu depan, yang kami harap akan mampu menyedot sebagian besar tumpahan minyak yang ada.''
Ia mengatakan perusahaannya akan menghentikan kebocoran itu dan bertanggungjawab.
''Kami akan membersihkan tumpahan minyak itu, memulihkan lingkungan yang rusak, dan mengembalikan teluk dalam keadaan seperti sedia kala sebelum bencana itu terjadi. Itu tekad kami. Kami akan di sini untuk waktu yang lama, jauh setelah perhatian dunia dan media surut. Itu janji kami.''
Optimis
Anjungan minyak Deepwater Horizon tenggelam 20 April lalu setelah sebuah ledakan terjadi dan menewaskan 11 pekerjanya.
Presiden Barack Obama berjanji akan mendukung penduduk Louisiana hingga segalanya pulih.

Obama berjanji untuk memastikan BP bertanggungjawab atas segala kerusakan yang terjadi.
Penyumbat sumur minyak itu dirancang untuk menyalurkan bocoran minyak ke sebuah kapal di permukaan laut. BP juga menggali dua sumur penyalur yang diharapkan akan menyediakan jalan keluar permanen namun baru akan selesai bulan Agustus mendatang.
Perkiraan jumlah minyak yang tumpah sejak bencana terjadi sekitar 80 juta hingga 170 juta liter.
Empat negara bagian yang sejauh ini terkena dampak tumpahan minyak adalah Louisiana, Mississippi, Alabama dan Florida.
BP mengatakan sejauh ini telah membelanjakan lebih dari US$ 1 miliar untuk upaya pembersihan maupun penanggulangan sejak anjungan minyak Deepwater Horizon karam.





























