Kekerasan di Afghanistan meningkat

Sebuah laporan PBB menyebutkan kekerasan di Afghanistan meningkat secara dramatis selama empat bulan pertama 2010.
PBB menyebutkan bahwa kecenderungan yang mengkhawatirkan itu antara lain terlihat dari jumlah serangan bom di jalan dan jumlah pejabat Afghanistan yang tewas.
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terjadi peningkatan serangan bom di jalan sampai 94% atau hampir dua kali lipat.
Sementara jumlah pejabat Afghanistan yang tewas dibunuh Taliban dan kelompok militan lain meningkat 45%, seperti dilaporkan wartawan BBC Quentin Sommerville dari Kabul.
Laporan PBB itu juga menyebutkan bahwa salah satu penyebab peningkatan kekerasan adalah peningkatan operasi militer.
Munculnya laporan PBB tersebut memang bersamaan dengan operasi militer besar-besaran yang dilancarkan pasukan pimpinan NATO di Provinsi Helmand, Afghanistan Selatan.
Bulan Desember lalu, Presiden Barack Obama sudah memerintahkan tambahan 30.000 tentara Amerika Serikat ke Afghanistan.
Korban sipil berkurang
Jurubicara pasukan NATO di Afghanistan, Brigadir Jenderal Josef Blots, mengatakan bahwa keadaan memang akan memburuk dulu sebelum kemudian akhirnya membaik.
"Saya amat yakin pada bulan Agustus, menjelang Bulan Ramadhan kita bisa melihat hasil dan kemajuan yang jelas dan pada akhir 2010 akan lebih banyak lagi kemajuan, bukan hanya dari aspek keamanan tapi juga pemerintahan, pembangunan dan rekonstruksi."
Dia menambahkan bahwa pertarungan sengit masih akan terus berlangsung namun kecenderungan berada di pihak mereka sejalan dengan semakin banyaknya pasukan yang dikerahkan ke kawasan itu.
"Kami berada di jalur yang tepat, kami mencapai kemajuan dan itulah sebabnya saya tidak melihat ada kegagalan, saya tidak melihat penundaan," tuturnya.
Brigjen Blots menegaskan bahwa dalam waktu tiga bulan belakangan ini, jumlah penduduk sipil yang tewas turun sampai 44,4% dibanding pada masa yang sama tahun lalu.
Dalam laporan terbarunya ini, PBB juga menulis rata-rata terjadi tiga serangan bunuh diri dalam sepekan di Afghanistan.
Setengah dari serangan bunuh diri itu berlangsung di kawasan selatan yang masih bergejolak.
Selain itu serangan-serangan yang dilancarkan juga semakin canggih, dengan adanya bukti-bukti keterkaitan perlawanan di Afghanistan dengan al-Qaeda.





























