Jenderal AS dicopot setelah kritik pejabat

Panglima militer tertinggi AS di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal dicopot dari jabatannya setelah mengecam pejabat senior pemerintah Presiden Obama.
Jenderal McChrystal digantikan oleh Jenderal David Petraeus, yang memimpin strategi "surge" (penambahan pasukan) di Irak.
Dalam profil yang dimuat di majalah Rolling Stone, Jenderal McChrystal dan stafnya dikutip melontarkan komentar yang merendahkan mengenai Obama dan sejumlah pejabat senior lain, termasuk Wakil Presiden Joe Biden.
Jenderal McChrystal sendiri menggambarkan masa pada tahu lalu ketika Presiden Obama perlahan-lahan bergerak untuk menyetujui persetujuan pengerahan ribuan tentara AS sebagai bala bantuan ke Afghanistan ''menyakitkan''.
Dan saat mengacu ke pertemuan penting di Oval Office antara Obama dan Jenderal Chrystal, seorang staf sang jenderal mengatakan presiden ''tidak tampak sangat sibuk. Si bos [Jenderal McChrystal] sangat kecewa''.
Presiden Obama mengatakan dia mengambil keputusan untuk mengganti Jenderal McChrystal ''dengan perasaan sangat menyesal'', tapi dia menambahkan sang jenderal telah gagal ''memenuhi standard yang semestinya ditetapkan oleh seorang jenderal yang memegang komando''.
Obama mengatakan, artikel tersebut mengurangsi kepercayaan dan ''merongrong kendali sipil atas militer yang menjadi inti sistem demokratis kita''.
''Saya tidak mengambil keputusan ini berdasarkan perbedaan kebijakan dengan Jenderal McChrystal...tidak pula saya mengambil keputusan ini akibat perasaan tersinggung sebagai pribadi,'' tambah dia.
Dia mengatakan dia menyambut debat di jajaran timnya, tapi tidak akan menenggang perpecahan.
''Perang lebih besar dari siapa pun, apakah itu prajurit, jenderal, atau presiden,'' kata Obama.
Dia menyeru Kongres agar cepat-cepat mengukuhkan Jenderal Petraeus sebagai panglima militer AS di Afghanistan. Hingga Petraeus dikukuhkan, kepemimpinan pasukan Nato di Afghanistan akan menjadi tanggungjawab perwira tinggi Inggris, Letjen Nick Parker.
'Penilaian serampangan'
Jenderal McChrystal mengatakan dalam pernyataannya bahwa dia mengundurkan diri karena ''keinginan untuk menyaksikan misi keberhasilan''.
''Saya sangat mendukung strategi presiden di Afghanistan dan memegang teguh pasukan koalisi kita, negara-negara sahabat kita, dan bangsa Afghanistan."
Sehari sebelum dia dicopot, Jenderal McChrystal meminta maaf atas artikel majalah yang ditulis oleh wartawan lepas Michael Hastings, dan mengakui: "Itu kekeliruan yang mencerminkan penilaian serampangan dan semestinya tidak boleh terjadi."
Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengisyaratkan bahwa dia tidak menghendaki Jenderal McChrystal diganti, dan mengambarkan dia sebagai panglima terbaik dalam masa sembilan tahun operasi militer di Afghanistan.
Namun, jurubicara untuk Karzai hari Rabu mengatakan: ''Kami akan berharap untuk bekerja sama dengan Jenderal Petraeus, seorang prajurit sangat berpengalaman yang dikenal baik oleh Presiden Karzai.''
Sekretaris jenderal Nato, Anders Fogh Rasmussen, mengatakan strategi perang Afghanistan persekutuan militer Barat tidak berubah setelah Jenderal McChrystal diganti.





























