Israel melobi agar kapal tidak ke Gaza

Amalthea
Keterangan gambar, Kapal Amalthea berniat membawa bantuan ke Gaza

Pemerintah Israel melobi Yunani, Moldova dan PBB agar sebuah kapal bantuan yang akan menuju Gaza tidak diberangkatkan.

Sebuah kapal berbendera Moldova bernama Amalthea yang dicarter putra pemimpin Libya Muammar Gaddafi mestinya meninggalkan pelabuhan Lavrio di Yunani pada hari Sabtu.

Akan tetapi menurut Israel kapal itu tidak akan mencapai Gaza.

Pada akhir Mei, sebuah kapal bantuan yang berlayar menuju Gaza diserbu pasukan komando Israel sehingga menewaskan sembilan orang.

Israel berdalih pasukan mereka membela diri tetapi aksi itu menimbulkan kemarahan internasional. Belakangan ini Israel melonggarkan blokade ke Gaza dengan mengizinkan hampir semua barang konsumen masuk, tetapi sejumlah jenis barang masih dilarang.

Israel melakukan upaya diplomatik intensif untuk mencegah kapal Amalthea yang berganti nama menjadi Hope dalam pelayaran ini, berlabuh di Gaza.

Pernyataan departemen luar negeri Israel menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman sudah berbicara dengan menteri luar negeri Yunani dan Moldova mengenai masaah ini.

"Kementrian luar negeri yakin bahwa setelah perundingan itu, kapal tersebut tidak akan mencapai Gaza," demikian pernyataan Israel.

Surat kabar Israel Haaretz mengutip sumber-sumber kementrian luar negeri yang mengatakan kapal itu sekarang akan berlabuh di el-Arish, Mesir.

Israel juga melobi PBB agar bertindak melalui duta besarnya Gabriela Shalev.

"Israel menyerukan masyarakat internasional untuk menggunakan pengaruhnya terhadap Libya untuk menunjukkan rasa tanggungjawab dan mencegah kapal itu menuju Jalur Gaza," kata Shalev.

Dia juga memperingatkan bahwa menurut hukum internasional Israel berhak mencegah kapal itu melanggar blokade laut yang beraku di Jalur Gaza.

Shalev mengatakan motif pengiriman bantuan itu patut dipertanyakan dan bersifat provokatif.

Solidaritas untuk Palestina

Kapal Amalthea mengangkut 2000 ton makanan, minyak goreng, obat-obatan dan rumah rakitan.

Kapal itu disewa Yayasam Gaddafi International Charity and Development yang dipimpin Saif al-Islam Gaddafi.

Yayasan itu mengatakan kapal 92 meter itu juga akan membawa sejumlah orang yang ingin menyatakan solidaritas mereka dengan bangsa Palestina.

Wartawan BBC Malcolm Brabant di Lavrio mengatakan pihak Libya merasa sekarang merupakan saat yang tepat untuk menguji tekad Israel untuk meneruskan blokade.