Korea Utara kecam AS

Rencana Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk melakukan latihan militer bersama merupakan bahaya besar di kawasan, kata Pyongyang.
Sekitar 20 kapal perang dan kapal selam serta 100 pesawat akan ambil bagian dalam berbagai latihan manuver perang di Laut Jepang mulai Minggu depan.
Korea Utara juga mempertegas bahwa sanksi baru Amerika Serikat terhadap mereka melanggar pernyataan PBB setelah terjadi penenggelaman kapal perang Korea Selatan beberapa waktu lalu.
Menteri luar negeri AS Hillary Clinton mengumumkan sanksi tersebut dalam kunjungannya ke Korea Selatan.
Hillary Clinton sekarang berada Hanoi, Vietnam untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri Asean.
Cina khawatir
Latihan militer AS-Korea Selatan yang akan melibatkan sekitar 8.000 personel dan kapal induk bertenaga nuklir USS George Washington, mendapat kecaman pedas dari delegasi Korea Utara yang menghadiri pertemuan di Hanoi.
''Keputusan untuk melakukan latihan militer merupakan bahaya besar bagi keamanan kawasan,'' kata anggota delegasi Korea Utara Ri Tong-il.
Ia mengatakan kalau Washington dan Seoul betul-betul tertarik untuk melakukan pelucutan nuklir di Semenanjung Korea, mereka seharusnya menciptakan kondisi agar perundingan enam pihak untuk membahas program nuklir Korea Utara bisa dilakukan kembali.
Cina menyatakan keberatan dengan kegiatan militer asing dalam bentuk apapun di Laut Kuning, yang merupakan bagian barat dari Semenanjung Korea.
Cina sudah menyatakan keprihatinannya mengenai rencana latihan militer yang disebut Amerika murni berbentuk pertahanan.
Ketegangan antara dua Korea sejak Maret lalu meningkat tajam setelah sebuah kapal perang Korea Selatan tenggelam dan menelan korban 46 awak.
Sebuah penyelidikan internasional menyimpulkan kapal itu ditorpedo Korea Utara, namun Pyongyang menyanggah.





























