AS kurangi serangan Afghanistan

Satu laporan menyebut bahwa usaha untuk mengurangi korban sipil dalam serangan AS menyebabkan penurunan serangan perlawanan.
Laporan Biro Nasional Penelitian Ekonomi Amerika dibuat setelah menganalisa sejumlah serangan yang menewaskan empat ribu orang di Afghanistan.
Penghentian pemboman udara dan mortir dimulai tahun lalu oleh mantan komandan militer AS di Afghanistan, Jendral Stanley McChrystal.
Sementara itu, hari Sabtu (24/07) para pejabat militer memastikan empat personil Amerika tewas di Afghanistan selatan.
Penyusun laporan Biro Nasional Penelitian Ekonomi yang bermarkas di Massachusetts ini menganalisa data bentrokan militer selama 15 bulan, yang menewaskan empat ribu warga sipil di sejumlah wilayah Afghanistan sampai tanggal 1 April.
Mereka mengatakan di wilayah tempat dua warga sipil tewas atau cedera ditangan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO, secara rata-rata terjadi enam bentrokan tambahan antara pasukan pimpinan AS dan perlawanan dalam periode enam minggu setelah itu.
Laporan tersebut menyimpulkan kematian di kalangan warga sipil seringkali mendorong penduduk desa bergadung dalam kelompok perlawanan.
"Di Afghanistan, pembunuhan warga sipil oleh ISAF meningkatkan jumlah orang yang bersedia berperang, menambah jumlah serangan perlawanan."
"Kekerasan ISAF di satu wilayah tampaknya menjadi pemicu utama penambahan serangan perlawanan ini."
Kebijakan penghentian serangan yang diterapkan McChrystal bertujuan untuk mendapat dukungan lebih banyak dari warga Afghanistan.
Larangan tersebut meliputi penghentian serangan udara dan mortir kecuali pasukan sekutu dalam keadaan sangat berbahaya.
Tetapi sejumlah tentara mengeluh karena pembatasan ini membahayakan mereka.





























