Iran luncurkan pelebur nuklir

Iran meluncurkan program pengembangan pembangkit peleburan nuklir, ambisi lama yang memang telah diperkirakan oleh negara-negara Barat.
Ashgar Sediqzadeh, ketua badan penelitian peleburan, mengatakan penelitian pendahuluan akan memerlukan waktu dua tahun dan diperlukan 10 tahun untuk membangun pembangkit.
Peleburan digunakan dalam bom hidrogen tetapi para ilmuwan belum dapat mengendalikan energi yang muncul dari reaksi peleburan.
PBB saat ini mengenakan sanksi terhadap Iran karena Teheran tidak mengindahkan desakan penghentian program pengayaan uranium.
Pihak Barat khawatir Iran bermaksud mengembangkan senjata atom.
Negara tersebut selalu mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.
Iran negara pertama
Dalam upacara awal proyek fusi Sediqzadeh mengatakan 50 ilmuwan akan terlibat.
"Iran adalah satu dari sedikit negara yang mulai melakukan penelitian ini," katanya.
"Kami membangun sebuah fasilitas sekitar 30 tahun lalu. Dalam sepuluh tahun terakhir terjadi penundaan, [tetapi] kami dapat segera mengejar waktu."
Ali Akbar Salehi, ketua Organisasi Energi Atom Iran mengatakan badan ini memiliki anggaran sebesar US$8 juta.
Dia mengatakan diperlukan 20 sampai 30 tahun sebelum pembangkit peleburan ini dapat berjalan.
Ilmuwan dunia selama berpuluh tahun berusaha mengendalikan energi reaksi fusi.
Mereka memandang peleburan jauh lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan metode pembangkit yang digunakan sekarang.
Meskipun tercatat sejumlah keberhasilan percobaan skala kecil di laboratorium, tidak seorangpun dapat mengembangkan cara efektif menyalurkan energi dari reaksi fusi.
Tahun 2006, masyarakat dunia sepakat membangun fasilitas peleburan di Prancis.
Tetapi biayanya membengkak dari perkiraan semula sebesar $6,5 milyar menjadi tiga kali lipat, sementara pembangunannya tersendat.




























