Ekonomi AS tumbuh melambat 2,4%

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat di kuartal kedua, antara April dan Juni, 2010 melambat dengan pertumbuhan produk domestik bruto tahunan mencapai 2,4%.
Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pertumbuhan di kuartal sebelumnya mencapai 3,7%.
Angka pertumbuhan kuartal kedua ini merupakan perkiraan pertama, dan bisa direvisi lebih tinggi atau lebih rendah dalam beberapa bulan mendatang.
Saat ini muncul kekhawatiran akan kekuatan perbaikan ekonomi AS, khususnya menyangkut angka pengangguran yang tinggi yang mencapai 9,5%.
Meski ada perlambatan pertumbuhan ekonomi ini, penasihat ekonomi Gedung Putih, Christine Romer, mengatakan: "Angka pertumbuhan yang solid ini mengindikasikan proses perbaikan ekonomi dari resesi yang mantap.
"Meski demikian, diperlukan pertumbuhan yang lebih cepat agar bisa mengurangi angka pengangguran."
Revisi lebih baik
Kenaikan besar dalam impor dan penurunan penjualan barang seperti mobil menjadi salah satu faktor perlambatan pertumbuhan produk domestik bruto ini, sementara konsumsi individu juga tumbuh dalam pecepatan yang lebih lambat dari kuartal pertama.
Faktor-faktor ini yang menjadi penentu bukan peningkatan dalam pengeluaran di sektor konstruksi properti, yang terjadi karena warga Amerika tampaknya memanfaatkan insentif pajak bagi pembeli rumah yang berakhir di kuartal kedua.
Departemen Perdagangan AS juga merevisi perkiraan sebelumnya terhadap pertumbuhan di kuartal pertama, dari 2,7% menjadi 3,7%.
"Perekonomian Amerika memasuki kuartal kedua dengan begitu banyak momentum, namun ternyata tidak berhasil mendorong pertumbuhan selanjutnya," ujar Nigel Gault, ekonom utama IHS Global Insight.
Dengan demikian perekonomian Amerika Serikat tumbuh positif dalam empat kuartal berturut-turut.
Tak kondusif
Angka pertumbuhan produk domestik bruto di kuartal kedua ini sedikit lebih rendah dari perkiraan para analis.
Akibat pengumuman ini, indeks Dow Jones di Wall Street turun 73 poin menjadi 10.394 dalam sesi perdagangan pagi.
Jack Ablin dari Harris Private Bank mengatakan pertumbuhan ekonomi akan terus melambat karena paket perangsang pemerintah telah ditarik.
"Menurut saya saat ini kita beroperasi dalam suasana yang tak kondusif tanpa dibantu banyak langkah perangsang. Jika paket perangsang diibaratkan sebagai satu kotak donat yang dikirim ke perekonomian, hanya ada satu, dua donat yang tersisa."
Pemerintah Amerika Serikat menyuntik dana berjumlah miliaran dolar ketika terjadi kelesuan ekonomi untuk merangsang permintaan.
Hari Jumat (30/07), Dana Moneter Internasional, IMF, mengatakan Amerika Serikat kemungkinan harus meningkatkan paket yang bisa mendukung perbaikan ekonomi.
IMF mengatakan "berdasarkan sejarah masa lalu perbaikan ekonomi AS saat ini terjadi sangat lambat" dan memperingatkan bahwa "perkiraan di masa depan masih belum menentu".
"Berkat kebijakan besar-besaran untuk mengatasi krisis finansial terburuk sejak masa depresi tahun 1930an, ekonomi AS sudah membaik tetapi kebijakan tambahan perlu dilakukan untuk mengatasi tantangan yang muncul dari krisis ini," ujar IMF.





























