BP segera tutup sumur Teluk Meksiko

Perusahaan minyak asal Inggris British Petroleum (BP) akan menggelar operasi penutupan sumur minyak Teluk Meksiko, setelah sumur itu meledak tiga bulan lalu dan mengakibatkan bencana tumpahan minyak terburuk sepanjang sejarah Amerika Serikat.
Pemerintah AS mengatakan para teknisi tengah bersiap untuk memompakan campuran semen dan lumpur ke dalam sumur sebagai bagian sebuah prosedur yang dikenal dengan istilah static kill.
Selanjutnya, campuran semen dan lumpur itu akan disuntikkan ke dalam relief well atau sumur miring yang digunakan untuk memasukkan lumpur berat untuk menyumbat sumur yang bocor.
Kepala Penanggulangan Bencana AS Laksamana Tad Allen mengatakan mematikan sumur dari dasarnya adalah satu-satunya jalan untuk menghentikan kebocoran.
Setelah meledak dan menumpahkan hingga 60.000 barel minyak mentah sehari ke perairan laut Teluk Meksiko, selama dua pekan tumpahan minyak sudah berhasil ditutup untuk sementara.
Pekan lalu, BP mengumumkan kerugian sebesar US$ 17 miliar akibat biaya penghentian kebocoran yang mencapai US$ 32 miliar.
Menutup dasar sumur

Kepada para wartawan Laksamana Tad Allen mengatakan dua strategi untuk menutup sumur minyak akan segera dilakukan paling lambat Senin malam, tergantung hasil tes yang tengah dilakukan.
Dua kapal akan memompakan lumpur berat ini ke dalam sumur. Campuran lumpur berat ini kemudian masuk melalui jalur-jalur yang sudah disiapkan sebelumnya di bagian atas alat pencegah ledakan yang hancur saat sumur ini meledak.
Secara teori, lumpur berat ini akan menekan minyak dan gas kembali ke dasar laut. Jika tekanan dalam sumur tetap stabil dan tidak ada kebocoran lain ditemukan maka langkah selanjutnya adalah memasukkan semen ke dalam pipa-pipa sumur minyak.
Upaya sebelunya untuk memompa lumpur menggunakan peralatan yang kurang lebih sama akhir Mei lalu gagal karena tekanan minyak dan gas terlalu kuat.
Laksamana Allen mengatakan segera terbang ke kantor pusat BP di Houston, Texas untuk mengawasi upaya penutupan sumur minyak ini.
Dan, kata Allen, hal yang terpenting untuk menghentikan semburan minyak adalah mematikan sumur minyak dari dasarnya.
Namun, jika ada kebocoran lain ditemukan dalam proses ini dalam beberapa hari ke depan, para teknisi akan menggunakan sistem seismik dan upaya diagnosis lainnya untuk mengidentifikasi kebocoran ini.





























