AS peringatkan relawan asing di Pakistan

Taliban di Pakistan berencana menyerang relawan asing yang membantu korban banjir di negara itu, demikian peringatan pejabat senior AS.
Taliban berencana untuk "akan menyerang orang asing yang terlibat dalam operasi kemanusiaan untuk korban banjir di Pakistan", kata pejabat itu kepada BBC.
Dia juga mengatakan "pejabat provinsi di Islamabad" juga menghadapi ancaman serupa.
Relawan kemanusiaan datang untuk membantu ribuan korban banjir di Pakistan yang tinggal di pengungsian.
PBB mengatakan lebih dari 17 juta orang terkena dampak banjir yang disebabkan hujan terus menerus, diperkirakan sekitar 1.200 rumah hancur.
Sekitar 5 juta orang Pakistan tidak memiliki tempat yang layak, dan mereka sangat membutuhkan tenda atau plastik untuk melindungi diri dari sinar matahari.
Rencana menyerang

"Berdasarkan informasi yang didapat oleh pemerintah AS, Tehrik-e Taliban berencana untuk melakukan serangan kepada relawan asing yang terlibat dalam operasi kemanusiaan di Pakistan," menurut pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada BBC.
"Tehrik-e Taliban juga berencana untuk menyerang pejabat federal dan provinsi di Islamabad."
Wartawan BBC di Washington James Reynolds, mengatakan ini merupakan peringatan pertama yang disampaikan AS mengenai serangan terhadap relawan kemanusiaan yang membantu korban banjir di Pakistan.
Sejauh ini belum diketahui dampak dari peringatan ini terhadap keberadaan AS dalam membantu korban banjir di Pakistan.
AS merupakan salah satu negara yang mengirimkan bantuan kepada Pakistan. Agen bantuan AS, USAID, untuk pembangunan internasional mengatakan sekitar $150 juta digelontorkan untuk membantu korban banjir.
Proses evakuasi
Sementara itu, pejabat militer AS yang terlibat dalam distibusi bantuan di Pakistan mengatakan sejauh ini tidak mengalami masalah keamanan dalam mengirimkan bantuan untu negara itu.
"Kami tidak melihat ada gangguan keamanan atau semacam itu, selama tiga pekan beroperasi disini," kata Brigjen Michael Nagata kepada Kantor Berita AFP.
Dia menambahkan militer Pakistan telah "bekerja dengan sangat efektif membantu melindungi dan mengamankan pasukan kami".
Bantuandari negara asing bagi korban banjir di Pakistan mencapai lebih dari $700 juta.
Para pekerja telah membersihkan daerah yang terkena banjir di bagian utara dan PBB telah menambah jumlah helikopter untuk menjangkau sekitar 800.000 orang korban di daerah yang aksesnya terputus akibat banjir.
Sekitar 200.000 orang telah dievakuasi ke daerah Thatta di selatan Provinsi Sindh.





























