Banjir di Pakistan menyurut

Para pejabat dinas bantuan Pakistan mengatakan tingkat permukaan air banjir yang melanda Pakistan selatan sudah mulai surut.
Namun, mereka memperingatkan bahwa tingkat permukaan air di wilayah yang terjangkau Sungai Indus masih "sangat tinggi".
Banjir yang disebabkan oleh hujan deras di wilayah barat laut negara itu bergerak ke Selatan dan menenggelamkan kota-kota serta wilayah pertanian.
Lebih dari 1.600 orang tewas dan sekitar enam juta orang kehilangan rumah dalam bencana banjir terburuk di Pakistan ini.
Secara keseluruhan, dari 166 juta penduduk Pakistan 17 juta diantaranya terkena dampak bencana alam ini.
'Harus waspada'
Hadi Baksh, seorang pejabat dinas bantuan propinsi Sindh mengatakan tingkat bahaya banjir in masih tinggi, tetapi tingkat permukaan air mulai turun setelah air banjir yang mengalir dari utara ke selatan wilayah Pakistan mulai bergerak ke Laut Arab.
"Dalam beberapa hari mendatang, kota-kota dan desa-desa sudah tidak lagi dalam ancaman bahaya banjir," ujarnya.
Departemen meteorologi Pakistan mengatakan aliran air banjir di Kotri mulai menurun tetapi situasi di Sungai Indus "masih terus melewati tingkat permukaan banjir" dalam beberapa hari.
Peramal cuaca Qamar-us Zaman Chaudhry mengatakan: "Kami yakin akan diperlukan 10-12 hari sebelum permukaan sungai-sungai di Sindh kembali normal. Untuk itu kami harus terus waspada."
Kota Thatta, yang terletak di hilir Kotri, terus dikosongkan setelah air sungai Indus melewati permukaan bantaran.
Banjir besar bisa dihindari karena peningkatan ketinggian bantaran di sekitar kota itu ujar Hadi Baksh, dan warga mulai kembali ke rumah mereka.
Tetapi di sisi lain sungai ini kota Sujawal terendam air banjir.
Hampir semua penduduk kota itu berhasil dievakuasi.
"Kami memperkirakan masih ada 400 orang di Sujawab dan desa-desa sekitarnya dan mereka telah diselamatkan dengan kapal," ujar Baksh.
Upaya bantuan
Satu bulan setelah bencana banjir melanda bantuan masih dipusatkan pada menyelamatkan dan mengevakuasi warga.
Banyak warga terdampar akibat air banjir dan sangat membutuhkan tempat berteduh, makanan dan air bersih.
Pejabat PBB mengatakan sekitar 72.000 anak-anak mulai menderita kekurangan gizi parah.
Resiko penyebaran penyakit muncul karena air banjir tidak surut.
Namun badan-badan bantuan memperingatkan bahwa jika pembangunan kembali tidak segera dimulai, Pakistan akan menghadapi masalah yang lebih besar.
Program Pangan Dunia PBB memperkirakan bahwa banjir menghancurkan sekitar 14% lahan subur negara itu. Dan kerugian akibat kehancuran lahan pertanian diperkirakan mencapai US$3 miliar sehingga negara ini akan memerlukan bantuan pangan untuk warganya selama beberapa waktu.
Pemerintah Pakistan mengumumkan satu paket insentif bagi para petani di Punjabi dan propinsi Khyber Pakhtunkhwa untuk membantu mereka dalam masa tanam musim dingin.
Ketua Organisasi Konperensi Islam, Ekmeleddin Ihsanoglu, mengatakan negara-negara Islam telah memberi bantuan hampir US$1 miliar bagi Pakistan.
Sementara negara-negara lain telah menjanjikan bantuan bernilai ratusan juga dolar, namun para pejabat mengatakan Pakistan memerlukan dana miliaran dolar untuk mengatasi bencana itu.






























