Obama tuntut kemajuan di Timteng

PM Benjamin Netanyahu, Presiden Barack Obama dan Presiden Mahmoud Abbas bertemu di Gedung Putih
Keterangan gambar, PM Benjamin Netanyahu, Presiden Barack Obama dan Presiden Mahmoud Abbas bertemu di Gedung Putih

Presiden Obama mengimbau para pemimpin Timur Tengah agar tidak menyia-nyiakan peluang berdamaian menjelang putaran perundingan baru.

"Momen kesempatan ini mungkin tidak akan segera muncul lagi,'' kata Obama seraya menjanjikan dukungan AS kepada perundingan baru.

Obama menyampaikan pernyataan tersebut pada hari menjelang perundingan langsung antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemimpin Palestina Mahmoud Abbas dimulai.

Sebelumnya, Obama mengutuk ''pembunuhan tak berperasaan'' terhadap empat pemukim Yahudi.

Mereka ditembak mati oleh kawanan bersenjata di dekat Hebron, Tebi Barat, hari Selasa. Sayap militer gerakan perlawanan Palestina berhaluan Islam, Hamas, yang menguasai Jalur Gaza dan menentang perundingan damai dengan Israel, menyatakan anggotanya melancarkan serangan teesebut.

Dan, dalam serangan lain, dua orang Israel menderita luka tembak hari Rabu di Persimpangan Rimonim, Tepi Barat, di dekat pemukiman Yahudi Kochav Hashahar dan di sebelah timur kota Ramallah.

Yang menjadi korban serangan adalah seorang wanita dan pria, kata Israel. Aparat Israel mengatakan si pria dalam keadaan gawat di rumah sakit. Polisi Israel menuding militan Palestina atas serangan ini.

'Mitra dalam perdamaian'

Presiden Obama berbicara hari Rabu malam waktu setempat di Gedung Putih setelah bertemu dengan Netanyahu, Abbas, Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Mesir Hosni Mubarak.

Mereka bertemu menjelang perundingan langsung pertama antara pemimpin Israel dan Palestina dalam 20 bulan. Menurut Obama, pertemuan ''dimaksudkan menyelesaikan semua masalah status akhir''.

Obama mengatakan tujuan perundingan, yang diperkirakan berlangsung satu tahun, adalah penyelesaian permanen yang mengakhiri pendudukan Israel yang mulai berlangsung tahun 1967 dan menghasilkan negara Palestina yang merdeka dan demokratis yang muncul secara damai di samping Israel.

Presiden AS memuji Abbas dan Netanyahu sebagai pemimpin ''saya saya yakini menghendaki perdamaian''.

Namun, Obama memperingatkan ''orang-orang ekstrimis dan rejectionist [orang-orang yang menolak perdamaian], bukannya mengupayakan perdamaian, akan mencari kehancuran.''

Dalam pernyataan menjelang santap dengan para pemimpin Arab malam Rabu malam waktu Washington, Netanyahu menggambarkan Abbas sebagai "mitra dalam perdamaian", dan menyatakan dia tidak akan membiarkan serangan terbaru "menghalangi jalur kita menuju perdamaian".

Sementara itu, Abbas mengutuk serangan terhadap warga Israel dan menyeru pertumpahan darah diakhiri. Dia juga menyerukan pembekuan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat, dan mengatakan tiba waktunya untuk mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah Palestina yang mulai berlangsung tahun 1967.