Google rilis permintaan informasi

Google
Keterangan gambar, Permintaan dari Cina tidak terpampang dalam fungsi baru Google

Google merilis laporan transparansi yang merupakan satu fungsi baru yang dibuat untuk memperlihatkan tingkat sensor di seluruh dunia.

Informasi yang sudah terlihat adalah pemerintah Amerika Serikat meminta informasi pengguna kepada Google sebanyak 4.287 kali dalam enam bulan pertama tahun 2010.

Sementara itu, pemerintah Inggris mengajukan lebih dari 1.000 kali informasi serupa di waktu yang sama.

Kelompok-kelompok kebebasan menyambut baik alat ini namun mendesak Google memberi rincian lebih lanjut atas permintaan semacam itu.

Awal tahun ini, Google mengeluarkan rincian mengenai seberapa sering negara-negara di seluruh dunia meminta data pengguna atau menyensor informasi tertentu.

Peta dan fungsi baru ini merupakan kelanjutan dari langkah itu dan sekarang pengguna bisa memilih negara tertentu untuk melihat seberapa banyak permintaan tersebut dipenuhi atau setengah dikabulkan, ditambah seberapa besar layanan Google terganggu.

Sebagai contoh di Amerika Serikat, ada tujuh perintah pengadilan untuk menghapus informasi dari situs YouTube dalam periode Juli-Desember 2009.

Juga ada grafik lalu lintas yang memperlihatkan layanan Google di seluruh dunia dan lalu lintas Google tidak berfungsi, akibat dihalangi oleh pemerintah atau akibat kabel yang terputus.

Kepala kebijakan publik Google Scott Rubin mengatakan, "Tahun lalu akses soal pemilu Iran di Internet ditutup dan kami melihat penurunan besar dalam lalu lintas ke YouTube."

Kelompok-kelompok kebebasan sipil ini mengatakan fungsi itu sangat berguna bagi para pegiat yang bertekad menentang aksi sensor pemerintah di dunia.

"Ini merupakan langkah luar biasa dan akan sangat membantu jika jaringan lain bisa melakukan hal serupa," ujar Lilian Edwards, guru besar hukum internet Universitas Sheffield yang juga anggota Kelompok Hak Keterbukaan.

"Menurut saya akan ada data yang lebih memalukan dan itu bisa bervariasi tergantung negaranya," tambah Lilian Edwards.

Dia mengatakan data mengenai tujuan permintaan yang lebih rinci akan sangat berguna.

"Akan menarik untuk melihat apakah aksi penurunan informasi ini terkait pencemaran nama baik, pengawasan dan penyadapan atau terkait industri isi internet. Akan lebih berguna jika data yang didapatkan lebih banyak."

"Misalnya akan menarik untuk membandingkan data dari Google dengan permintaan pengawasan dari pemerintah Inggris," papar Lilian Edwards.

Kebebasan berekspresi

google
Keterangan gambar, Google sempat bersengketa dengan pemetintah Cina

Google bisa menyediakan data itu dan sedang mempertimbangkan untuk merilis permintaan itu secara lebih terperinci.

Perusahaan ini berniat mendapatkan kembali namanya sebagai pendukung kebebasan berekspresi setelah secara terbuka berselisih dengan pemerintah Cina soal sensor.

Google mengancam akan menarik layanannya ketika muncul berita bahwa pihak aparat Cina memata-matai sejumlah akun email di Gmail.

Perusahaan itu mengubah lalu lintasnya lewat Hong Kong namun pada bulan Juni sepakat untuk mengubah sistem itu untuk melunakkan pemerintah Cina

Pada bulan Juli izin untuk berbisnis di Cina bagi Google diperbaharui.

Data mengenai permintaan pemerintah Cina tidak bisa dilihat dalam alat baru Google tersebut.

"Para pejabat Cina memandang sensor merupakan rahasia negara sehingga kami tidak bisa mengungkapkan informasi itu saat ini," ujar Google.