Jepang bebaskan nelayan Cina

Pemerintah Jepang akhirnya membebaskan kapten kapal Cina yang ditahan sejak dua pekan lalu di kawasan perairan yang menjadi sengketa dua negara.
Kapten kapal bernama Zhan Qixiong itu dituduh menabrakkan kapalnya ke dua kapal patroli Jepang di sekitar gugusan pulau di Laut Cina Timur.
Penahanan ini langsung membuat hubungan kedua negara memanas dan pemerintah Cina mendesak Jepang membebaskan warganya tanpa syarat apapun.
Keputusan pemerintah Jepang membebaskan pelaut Cina ini, diduga terkait erat dengan penahanan empat warga Jepang di Cina karena dituduh mengambil gambar tanpa izin sebuah fasilitas militer rahasia.
Cina mengancam

Sebelumnya, Perdana Menteri Cina Wen Jiabao mengancam akan menempuh tindakan lebih lanjut terhadap Jepang kecuali negeri itu membebaskan warganya sesegera mungkin dan tanpa syarat.
Dalam pernyataan resminya beberapa hari lalu, Wen mengatakan Jepang bertanggung jawab penuh atas situasi tersebut.
Dia mendesak agar pemerintah Jepang segera membebaskan pelaut itu tanpa syarat apapun, untuk memulihkan hubungan kedua negara.
Di tengah memanasnya hubungan diplomatik kedua negara, Cina menahan empat warga negara Jepang karena dicurigai membuat film di kawasan militer tanpa izin.
Kantor berita Xinhua mengatakan aparat keamanan di Shijiazhuang di provinsi Hebei menangkap mereka setelah mendapat laporan adanya kegiatan ilegal.
Kantor berita Jepang, Kyodo melaporkan ke empat orang tersebut terkait dalam industri konstruksi dan mereka diyakini tengah mempersiapkan tawaran proyek untuk menghancurkan persenjataan kimia yang ditinggalkan pasukan Jepang di Cina saat Perang Dunia II berakhir.
Sengketa wilayah

Sengketa kedua negara bermula dua pekan lalu saat sebuah kapal nelayan Cina bertabrakan dengan dua kapal patroli Jepang di dekat gugusan pulau tak berpenghuni di Laut Cina Timur yang diperebutkan Jepang, Cina, dan Taiwan.
Kepulauan yang terletak di sebelah utara Taiwan dan di selatan Okinawa itu, merupakan kawasan yang kaya ikan dan kemungkinan memiliki deposit minyak bumi dan gas alam.
Kapten kapal nelayan Cina itu kemudian ditangkap karena dianggap dengan sengaja menabrakkan kapalnya ke kapal patroli Jepang.
Ketika pengadilan Jepang memperpanjang masa penahanan sang kapten selama 10 hari, pemerintah Cina memutuskan kontak pejabat senior dengan Jepang.





























