Venezuela menunggu hasil pemilu

Warga Venezuela sudah memberikan suara untuk parlemen baru dan kubu oposisi akan kembali masuk ke Majelis Nasional setelah aksi boikot mereka tahun 2005.
Bagaimanapun partai pendukung Partai Hugo Chavez, Partai Sosialis Bersatu, berharap masih menguasai dua pertiga mayoritas parlemen.
Jajak pendapat memperkirakan hasilnya akan ketat dan menjadi ujian bagi popularitas Presiden Chavez sebelum pemilihan presiden 2012.
Pemungutan suara berlangsung lancar, kata seorang pejabat Komisi Pemilihan Nasional, Sandra Oblitas.
"Proses pemilihan berlangsung dengan riang, tenang, dan damai dengan aliran jumlah besar pemilih," tuturnya.
Tempat pemungutan suara ditutup Minggu menjelang tengah malam waktu setempat namun beberapa TPS diperirakan akan buka lebih lama karena pemilih yang masih antri.
Akhir dominasi?
Presiden Chavez mengakui partainya kemungkinan kehilangan kursi yang akan direbut oleh gabungan oposisi Skema Persatuan Demokratis, MUD.
Dengan tingkat partisipasi pemilih mencapai 70%, Chavez mengatakan pemilihan umum sebagai bukti dari sehatnya demokrasi Venezuela.
"Semua orang tahu kalau suara mereka akan dihormati," katanya.
Pihak oposisi berharap bisa mengakhiri dominasi partai pimpinan Chavez di parlemen sejak dia berkuasa 12 tahun lalu.
"Kami butuh mayoritas suara untuk menjamin demokrasi yang sebenarnya di negara kami," kata jurubicara Felix Aroyo.
Lima tahun lalu, kelompok oposisi memboikot pemilihan parlemen karena berpendapat pemilihan tidak akan berlangsung jujur dan adil.
Aksi boikot itu membantu partai kiri yang setia pada Chavez hampir menguasai semua 165 kursi di Majelis Nasional yang memungkinkan dia mendorong kebijakan reformasi sosialisnya.





























